Jokowi: Indonesia di Puncak Kepemimpinan Global

SUARADEWAN.com – Usai selenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali kemarin, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di puncak kepemimpinan global.

Jokowi juga menegaskan,bahwa Indonesia saat ini memegang keketuaan ASEAN setidaknya mulai tahun depan.

“Ini merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia yang harus dijaga,” tutur Jokowi dalam pidatonya di acara Hipmi.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa sebagai negara, kita juga harus membangun kepercayaan internasional, kepercayaan global, kepercayaan negara-negara lain terhadap Indonesia.

“Kalau kita jadi pengusaha juga yang kita bangun adalah kepercayaan orang terhadap kita. Ini juga sebagai negara kita juga membangun kepercayaan internasional, kepercayaan global, kepercayaan negara-negara lain terhadap Indonesia,” ujar PresidenJokowi.

Presiden menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia yang baik jika dibandingkan dengan negara-negara G20 lain menjadi salah satu indikator kepercayaan dunia global terhadap Indonesia meningkat. Seperti saat penyelenggaraan KTT G20 kemarin, ekonomi Indonesia di kuartal III tahun 2022 berada di angka 5,72 persen dan angka inflasi masih dalam posisi yang dapat dikendalikan.

Baca Juga:  Bawang Merah Indonesia Berlebih, tapi Bawang Putih 95 Persen Impor

“Hal seperti ini yang menumbuhkan kepercayaan, trust global terhadap kita. Kalau sudah muncul trust, muncul kepercayaan, apa yang akan terjadi. Sama seperti kalau kita pengusaha, punya perusahaan, punya produk, kalau dipercaya jual barangnya itu mudah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menuturkan bahwa pada kuartal III, indikator perekonomian lain seperti pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga, dan nilai ekspor masih terus mengalami pertumbuhan yang baik. Untuk itu, Presiden mengajak seluruh peserta Munas HIPMI yang hadir untuk mempertahankan bahkan meningkatkan nilai-nilai perekonomian Indonesia.

Baca Juga:  Penyerang Novel Dituntut Ringan, PSHK Desak Jokowi Evaluasi Kejaksaan dan Kepolisian

“Angka-angka yang baik seperti yang tadi saya sampaikan inflasi maupun growth, pertumbuhan ekonomi harus kita jaga, terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan di tengah posisi dunia global yang sulit diprediksi. Menurut Presiden, kesalahan dalam mengambil kebijakan dapat berdampak besar terhadap sejumlah sektor kehidupan masyarakat.

“Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini. Jangan keliru, jangan salah. Utamanya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak,” tutup Presiden. (***)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90