HomeHukum dan HAM

JPPI Kecam Aksi Kekerasan di Lingkungan Akademisi Polisi Semarang

JPPI Kecam Aksi Kekerasan di Lingkungan Akademisi Polisi Semarang

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengecam keras, aksi kekerasan yang merenggut nyawa Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang Tingkat II, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam.

Birgdatar Mohammad Adam, diduga tewas setelah dipukuli oleh para seniornya. Akibat korban telah melakukan kesalahan disiplin pada Kamis (18/05/2017) kemarin.

Koordinator Advokasi JPPI Nailul Faruq mengatakan, kekerasan pada anak di sekolah yang ada di berbagai daerah di Indonesia, sudah memasuki tahap memprihatinkan. Hal tersebut, merujuk pada hasil penelitian JPPI dalam indeks layanan pendidikan di Indonesia pada tahun 2016 silam, yang disebut Right to Education Index (RTEI). enyebutkan bahwa ada sekitar 80 persen siswa menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan dengan tiga problem utama pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:  Dampingi Warga ke MTSN 1 Tangsel, JPPI Temukan Kejanggalan Baru

“Dari hasil penelitian ada tiga problem utama pendidikam di Indonesia. Pertama, terkait kualitas guru yang rendah. Kedua, sekolah tidak ramah anak. Kemudian yang ketiga, diskriminasi kelompok marjinal,” kata Nailul Faruq, kepada SUARADEWAN.com, Jum’at (19/5).

Nailul Faruq menjelaskan, menyikapi aksi kekerasan di Akpol Kota Semarang tersebut, JPPI memandang bahwa, pertama, kekerasan masih dianggap sabagai bagian dari cara pembelajaran, misalnya untuk pendisiplinan dan ini salah. Semestinya pendidikan harus ditanam melalui penyadaran, bukan ancaman. Kedua, lengahnya pengawasan dari pemerintah dan dewan pendidikan.

Ketiga, relasi senior dan junior masih menjadi tradisi di sekolah yang diwarisi turun temurun. Keempat, sangsi atas pelaku pelanggaran kekerasan disekolah masih belum mengenai semua pihak yang terlibat, tapi hanya pelaku lapangan. Kelima, lemahnya peran komite sekolah dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan serta pelaporan atas kasus-kasus pendidikan. Keenam, pelaku harus diusut tuntas dan dihukum berat sesuai dengan pasal yang berlaku, sampai ada efek jera.

Baca Juga:  JPPI Sebut Sekolah di Tangsel Terima Siswa Titipan Dari Pejabat

“Selain itu, perlu adanya penyadaran yang kuat dari pihak terkait, tentunya dengan cara melakukan pembiasaan dan teladan. Menjelaskan filosofi dan nilai-nilai dari perilaku. Kemudian, kalau memberlakukan punishmen, juga harus dilakukan dengan cara yang mendidik dan menimbulkan kesadaran, bukan malah membuat sakit hati dan sakit fisik,” jelasnya. (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: