HomeHukum dan HAM

JPU Nyatakan Ahok Tak Menista Agama, ACTA Kecewa Berat

JPU Nyatakan Ahok Tak Menista Agama, ACTA Kecewa Berat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Advokad Cinta Tanah Air (ACTA) mengaku kecewa berat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurutnya, tuntutan jaksa yang menggunakan Pasal 156 KUHP sangat tidak tepat.

Seperti dinyatakan oleh Wakil Ketua ACTA, Dahlan Pido, tuntutan JPU atas terdakwa dugaan penistaan agama itu menuai polemik. Bahwa sidang yang kini sudah membuat energi yang banyak, justru berujung pada tanda tanya besar, khususnya untuk JPU.

“Penodaan terhadap kitab suci umat Islam dalam surat al-Maidah ayat 51 yang dilakukan Ahok dikategorikan sebagai perbuatan yang dilarang dalam Pasal 156a KUHP,” ujar Dahlan, Jumat (21/4/2017).

Baca Juga:  Ahok Anggap Kritik Anies Soal Program Banjir Karena Kebutuhan Kampanye Saja

Atas nama ACTA, Dahlan pun meminta agar Majelis Hakim bisa memberikan vonis sesuai hati nuraninya. Karena tindakan Ahok, dalam pandangannya, merupakan tindakan yang disengaja dan memenuhi unsur Pasal 156a KUHP.

“Timbulnya perbuatan ini tidak dikehendaki dan sekaligus tidak dapat dihindari sebagai wujud kesengajaan,” imbuhnya.

Meski JPU telah menyatakan bahwa Ahok tidak menista agama Islam dan/atau pun menghina para ulama, Dahlan tetap meyakini bahwa Ahok telah melecehkan agama Islam dan ulama dengan menyebut al-Maidah 51 sebagai alat kebohongan.

Ia pun mempertanyakan, bagaimana mungkin JPU tak melihat adanya niat terdakwa Ahok yang sejatinya memiliki unsur kesalahan dalam wujud kesengajaan itu? Pasal 156a KUHP itu sejatinya telah terpenuhi atas yang dilakukan Ahok dan pasal tersebut seharusnya dikenakan JPU kepada Ahok karena penodaan agama masuk dalam delik hukum sebagai kejahatan.

Baca Juga:  MUI Tuding JPU Kasus Ahok Kotori Pengadilan Pidana di Indonesia

“Banyak Yurisprudensi mendukung itu, seperti hukuman pidanan yang dijatuhkan ke Arswendo, Permadi dan Lia Eden tentang menodai agama bukan golongan,” jelas Dahlan.

Karena, ACTA pun meminta Majelis Hakim untuk gunakan hati nurani. Hakim, pinta ACTA, harus memeriksa tanpa merasa ada tekanan, untuk menjatuhkan hukuman maksimal 5 tahun penjara sebagai ditentukan dalam Pasal 156a KUHP pada Ahok. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: