oleh

Kabid PSDA PB HMI: Pemuda Harus Menjadi Lokomotif Gerakan Hemat Energi

JAKARTA, SUARADEWAN.com –  Sadar akan kekurangannya cadangan energi masa depan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar seminar Energi dengan tema “Optimalisasi Energi Baru Terbarukan Untuk Masa Depan Ketahanan Energi Nasional,” di Hotel Haris Tebet, Jakarta, Senin (6/11).

Menurut para ahli bahwa dengan pola konsumsi seperti sekarang, maka dalam waktu 50 tahun cadangan bahan bakar fosil akan habis, ini bisa dilihat dari naiknya harga minyak di dalam negeri dan tidak stabilnya harga minyak di pasar internasional.

Oleh karenanya, sadar tidak sadar energi yang setiap hari kita gunakan akan serta merta menguras cadangan yang telah ada, sementara proses menuju energi yang terbarukan membutuhkan waktu yang begitu lama.

Hal tersebut menurut ketua bidang PSDA PB HMI Harianto Minda bahwa dengan upaya menjaga kestabilan defisit cadangan energi maka diperlukan serta gerakan menghemat energi. “Pemuda harus menjadi lokomotif dalam gerakan berhemat energi,” ungkapnya saat menjadi narasumber di hotel Haris Tebet, Jakarta, Senin (6/11).

Baca Juga:  Soal Kapal China, PB HMI: Itu Gelagat Kolonial dan Kelancangan Bilateral
Para Pembicara dan jajaran PB HMI

Menurut sekretaris Direktur Jenderal EBTKE ESDM RI Drs. Wawan Supriatna jika dikaitkan dengan penggunaan sumber energi fosil sebagai bahan bakar sistem pembangkit listrik, maka kebisaan tersebut akan meningkatkan pula biaya operasional pembangkit yang berpengaruh langsung terhadap biaya produksi listriknya yang berimbas langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:

Para Peserta Seminar dengan tema “Optimalisasi Energi Baru Terbarukan Untuk Masa Depan Ketahanan Energi Nasional,” di Hotel Haris Tebet, Jakarta, Senin (6/11)

Baca juga:

Baca Juga:  Diundang ke Istana, HMI Sampaikan 10 Komitmen Kepada Jokowi

Maka dari itu penggunaan energi dari sumber energi terbarukan agar bisa menghemat penggunaan bahan bakar fosil yang sekarang kita gunakan ini.  Energi terbarukan, lanjutnya, setidaknya mampu berkontribusi sebanyak 23 persen dari kebutuhan energi nasional pada tahun 2025 kemudian dapat meningkat lagi menjadi 31 persen pada tahun 2050.

Diketahui, seminar ini menghadirkan pembicara seperti Deputi I Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo, Ph.D, sekretaris Direktur Jenderal EBTKE ESDM RI Drs. Wawan Supriatna, MPD, Dewan Energi Nasional RI Dr. Ing. Puji Untoro, M. Eng, Manager Senior Bid. EBT PT. PLN RI Budi Mulyono, dan Ketua PSDA PB HMI Harianto Minda, SH. (aw)

Komentar

Berita Lainnya