HomeDaerahTangerang Raya

Kapolres Tangsel: Warga Harus Paham Apa Itu Persekusi

Kapolres Tangsel: Warga Harus Paham Apa Itu Persekusi

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Belakangan terakhir, sejumlah masyarakat digegerkan dengan beredarnya video persekusi disejumlah media sosial, yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap remaja M (15).

Dalam video yang beredar, remaja berkacamata tersebut, dikerumuni sejumlah warga yang diduga berasal dari anggota Front Pembela Islam (FPI). Tindak persekusi dilakukan anggota FPI lantaran, M diduga telah mengolok-ngolok salah satu ormas serta pimpinannya, melalui unggahannya di media sosial.

Wajahnya tampak kebingungan saat disuruh cium tangan dan diberikan arahan soal siapa itu Habib Rizieq. Bahkan dua diantara sejumlah warga tersebut, dengan melakukan kekerasan fisik kepada M, selain itu, M pun dipaksa minta maaf dan mengakui perbuatannya.

Belajar dari kasus tersebut, Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Fadli Widiyanto menghimbau, agar masyarakat belajar dan memahami apa itu persekusi. Menurutnya, persekusi merupakan perburuan manusia untuk dihakimi dengan semena-mena.

Baca Juga:  Kombes Rudi Herianto : Pelaku Persekusi Akan Kami Tindak Tegas

Perlakuan seperti itu, telah melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 167 ayat 1 tentang masuk pekarangan orang lain dengan pidana penjara 9 bulan. Kemudian memaksa untuk menandatangani pernyataan maaf melanggar KUHP Pasal 335 ayat 1 butir 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan pidana penjara 1 tahun.

Jika menolak maka akan membawa paksa target ke kantor polisi di luar kehendak yang bersangkutan, melanggar KUHP Pasal 333 ayat 1 tentang penculikan, terjerat pidana penjara 8 tahun, dengan alasan karena target dianggap telah melakukan penghinaan agama Pasal 156a dengan pidana penjara 5 tahun.

“Persekusi itu tindakan tidak manusiawi, yang dilakukan untuk menimbulkan penderitaan fisik maupun psikis. Tindakan itu juga sebagai serangan yang sistematis atau meluas,” kata Fadli Widiyanto kepada SuaraDewan.com, pada Minggu (04/6/2017).

Dijelaskan Fadli, bagi siapapun masyarakat, yang mengetahui tindakan persekusi dilingkungannya, sebaiknya segera melaporkan hal tersebut. Sebab dalam hal ini, pihak kepolisian tidak segan-segan akan menindak tegas para pelaku.

Baca Juga:  Wagub Sandi Tegaskan Jakarta Bebas dari Tindak Persekusi

“Kami berharap, masyarakat agar tidak melakukan persekusi. Karena itu melanggar hukum dan pasti akan ditindak tegas. Kalau ada masyarakat Tangsel, yang mengetahui tindakan seperti itu, segera melaporkan kepada kami” tegasnya.

Jika tindak persekusi dilakukan kepada anak-anak, maka pelaku akan dikenakan Pasal 83 jo Pasal 76F UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Pasal itu tentang peculikan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, paling singkat 3 tahun penjara” tukasnya

Sementara, berdasarkan data yang dihimpun oleh SUARADEWAN.com bagi siapapun masyarakat yang mengalami dan mengetahui tindakan persekusi, segera menghubungi HOTLINE KOALISI ANTI-PERSEKUSI ke nomer telepon atau sms ke 081286938292, serta melalui email [email protected] (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0