HomeHankam

Kapolri: Peran Ulama Sangat Penting Dalam Menangkal Paham Radikal

Kapolri Tito karnavian

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Hubungan antara Agama dan politik memang harus berjalan beriringan dalam konteks bernegara. Di Indonesia, keduanya saling memengaruhi karena politik Indonesia mengharuskan mendapatkan pembenaran dari agama seperti yang diamanatkan dalam sila pertama Pancasila.

Namun ketika agama dipahami secara radikal maka paham-paham agama tentu dapat menimbulkan masalah yang berujung pada konflik seperti aksi terorisme.

“Kalau agama dipahami secara moderat maka akan menguatkan tetapi jika agama dipahami secara radikal maka akan berbenturan,” ungkap Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu.

Di Timur Tengah, kelompok teroris seperti ISIS masih menjadi momok yang menakutkan. Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Tito Karnavian menyebut, paham radikal yang dianut kelompok ini tidak hanya memberikan efek kerusakan di Timur Tengah, namun menyebar hampir semua belahan bumi.

Tito mencontohkan kasus bom yang melanda eropa, seperti bom Paris beberapa waktu lalu merupakan efek konflik yang terjadi Timur Tengah.

“Sepanjang Barat gunakan untuk kepentingan politik, konflik akan menguat. Apa yang terjadi sekarang di Eropa, termasuk yang meledak di Prancis, dan lain-lain, karena problem di Timur Tengah,” tandas.

Pernyataan Kapolri ini tentu ada benarnya. Teror bom yang terjadi di Indonesia belakangan ini banyak diinisiasi simpatisan gerakan radikal di Timur Tengah. Doktrin radikal yang masuk ke Indonesia perlahan tapi pasti terus menggerus ideologi Pancasila.

Menurut Tito, ideologi Pancasila harus terus menjadi acuan utama masyarakat dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu harus tetap dipertahankan.

Selain itu, peran ulama sangat dibutuhkan untuk menangkal paham-paham radikal. ”Jadi misalnya ada pihak yang menganjurkan bahwa bom bunuh diri itu boleh, ada ayatnya katanya. Nah kita minta ulama – ulama kita, untuk membuat penafsiran tandingan bahwa bukan seperti itu maksud dari ayat tersebut. Nanti ulama yang akan menjelaskan,” tegas Tito. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: