HomePolitik

Kapolri: Perbedaan Jangan Jadi Pemecah

Kapolri: Perbedaan Jangan Jadi Pemecah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan bahwa perbedaan politik merupakan hal wajar dalam setiap kontestasi politik seperti pilkada. Namun, lebih lajut, ia berpesan agar perbedaan tersebut jangan sampai menjadi pemecah keutuhan bangsa.

“Silakan berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan ini menjadi pemecah,” ujarnya. Lebih lanjut, diakuinya, menjelang Pilkada Serentak 2017, telah terjadi polarisasi di dalam mayarakat dalam menentukan pilihan politiknya.

Baca Juga:  Pola Serangan Sama, Kapolri: Penyerang Polres Banyumas Terkait Teroris Tuban

“Telah terjadi polarisasi di masyarakat, hal ini biasa dalam demokrasi,” kata Tito. Untuk itu, Tito berharap masyarakat bisa terlibat akti dalam menjaga keamanan dan persatuan menjelang Pilkada serentak pada tanggal 15 Februari 2017.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersilaturahmi dengan ulama se-Jawa Tengah di Markas Polda Jateng, Jumat (3/1/). Acara silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, seperti pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang KH Maimun Zubair, pengasuh pondok pesantren Girikusumo Demak KH Munif Zuhri, serta tokoh-tokoh  agama dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. (dm)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0