HomeHankam

Kapolri: Setiap Warga Negara Tidak Boleh Menuntut Kemerdekaan

Kapolri: Setiap Warga Negara Tidak Boleh Menuntut Kemerdekaan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Seruan gerakan menuntut kemerdekaan, seperti Minahasa Merdeka, Nias Merdeka, dll ramai dibicarakan di media sosial belakangan ini. Sejumlah media lokal juga memberitakan hal tersebut.

Tak hanya di Sosial Media, bahkan sekelompok orang nekat mendeklarasikan berdirinya negara Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara. Mereka pun ada yang dengan berani mengibarkan bendera Minahasa Raya.

Warga Minahasa Mengibarkan Bendera Negara Minahasa Raya

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan mencegah deklarasi gerakan kemerdekaan seperti Minahasa Merdeka. Menurut Tito, deklarasi tersebut mengancam keutuhan NKRI. Kapolri juga mengingatkan, setiap warga negara Indonesia tidak boleh menuntut kemerdekaan.

Baca Juga:  Kelompok Bersenjata Al-Shabbab Deklarasikan Khilafah Islam di Mozambik

Meski begitu, ia akan lebih mengedepankan pendekatan secara bijak. Hal itu lantaran ia menduga, tuntutan referendum Minahasa merdeka hanya sebuah sikap spontan saja.

Nggak boleh. Deklarasi nggak boleh. Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu pada saudara-saudara di sana bahwa kita sudah. Ini kan negara NKRI, harus kita pertahankan.  Kita lakukan langkah-langkah persuasif kepada saudara-saudara kita untuk mengimbau, mungkin mereka hanya reaksi spontan saja, emosional,” kata Kapolri usai mengisi kuliah umum bertema ‘Peran dan Fungsi Polri Dalam Mengawal Serta Menjaga Keutuhan NKRI’ di sela Muktamar ke-XIX PMII di Asrama Haji Kota Palu, Senin (15/5) malam Wita.

Baca Juga:  Delapan Pemberontakan Paling Besar dalam Sejarah Indonesia

Menurut Kapolri, hendaknya setiap masyarakat bersama-sama menjaga keutuhan negara Indonesia. Karena itu, ia tidak ingin konflik antar masyarakat terjadi di Indonesia.

“Sehingga saya mengimbau masalah primordialisme kesukuan, keagamaan, kekerasan tidak perlu dipermasalahkan lagi. Karena para pemimpin pendiri bangsa kita dari 1928 sampai 1945 sudah menepikan, meminggirkan perbedaan itu jadi bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa,” kata Tito.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0