HomeHankam

Kapolri Tito : Polri Harus Bertindak Tegas Demi Membela Prinsip-Prinsip Negara dan Bangsa

Kapolri Tito : Polri Harus Bertindak Tegas Demi Membela Prinsip-Prinsip Negara dan Bangsa

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan penjelasan terhadap isu dan kontroversi yang berkembang di masyarakat terkait tindak tanduk Polri dalam menjalankan tugasnya selama ini.

Penjelasan tersebut disampaikan Kapolri dalam acara silaturahim besar bersama tokoh Islam dan 700-an orang perwakilan dari 70 ormas Islam di Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (20/7).

Dalam acara silaturahim itu tampak hadir Rais Aam PBNU yang juga ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, dan juga mantan ketua umum PP Muhammadiyah sekaligus ketua MUI Prof. Din Syamsuddin.

Dalam sambutannya, Kapolri Tito menyatakan setuju dengan pandangan mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang mengatakan bahwa Kepolisian Republik Indonesia adalah pemersatu bangsa.

“Kyai Ma’ruf, Pak Din, hadirin sekalian. Polri kebetulan diberi amanat menjaga dan menciptakan keamanan masyarakat. Juga pelayan, pengayom dan pelindung. Indonesia yang luas, ini tidak mudah. Tadi Prof Din Syamsuddin menambahkan satu, Polri sebagai Pemersatu. Itu bagus Sekali dan saya sangat sepakat,” kata Tito.

Selanjutnya, Tito menjelaskan mengenai kontroversi di masyarakat tentang penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri selama ini. Menurut Tito, Polri mengemban tugas besar yang tidak mudah. Misalnya jika ada keributan dan lain sebagainya maka Polisi yang dicari. Posisi Polri dalam penegakan hukum kadang-kadang menjadi dilematis dan terjepit dalam banyak kepentingan.

Baca Juga:  Lagi, Kapolri Imbau Tak Perlu Ada Pengerahan Massa ke TPS

“Tugas selanjutnya penegakan hukum, ini Kadang-kadang kontroversi di masyarakat. Tidak mudah ini. Ada keributan dll, polisi yang dicari. Tapi Polisi dalam penegakan hukum kadang-kadang dilematis, ada dibenci dan disuka, kadang merasa ada pihak dirugikan, Polri kadang terjepit dalam banyak kepentingan. Polri, kata orang Inggris, terjepit dalam berbagai pusaran konflik sosial politik,” jelas Tito.

Tito juga sepakat dengan pandangan KH Ma’ruf Amin dan Din Syamsuddin yang mengatakan Polri harus mengedepankan upaya-upaya persuasif dan dialog dalam memahami dan membantu menyelesaikan persoalan yang ada dan dihadapi oleh masyarakat. Namun, jika upaya tersebut sudah dijalankan dan tetap tidak menemukan titik terang, maka Polri harus bersikap tegas demi membela prinsip-prinsip negara dan bangsa.

“Dalam menghadapi suatu masalah dan dialog yang sulit dan tidak capai kesepakatan terutama masalah prinsip, dialog sudah dijalani dan ada potensi kepentingan bangsa lebih besar dikorbankan, maka Polri harus bertindak tegas demi membela prinsip-prinsip negara dan bangsa,” tandas Tito.

Menurut Tito, keberadaan organisasi Islam moderat seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang memiliki jutaan jaringan, ditambah Polri sebagai lembaga vertikal terbesar di Indonesia dengan sumber dayanya, jika ketiganya bersinergi dengan baik, maka bisa menjadi perekat bangsa yang kuat.

Baca Juga:  Penyebar Hate Speech di Medsos, PBNU: Itu Calon Teroris

“Polri menjadi lembaga vertikal terbesar di indonesia. Anggota, anggaran dan fasilitas yang sangat besar. Polri memiliki jaringan yang sangat eksensif. Ada juga NU dan Muhammadiyah yang punya jutaan jaringan, ini yang di luar Pemerintah. Ini adalah perekat bangsa bersama Polri,” tukas Tito.

Untuk itu, Polri dibawah kepemimpinan Tito akan terus membangun kepercayaan di masyarakat supaya pengabdian mereka bisa dirasakan benar manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, tanpa kepercayaan dari masyarakat dan Pemerintah, maka upaya Polri sebagai mediator dalam menyelesaiakan persoalan bangsa akan sangat sulit dilaksanakan.

“Alhamdulillah amanah tangani mudik kemarin yang berhasil, penanganan mafia pangan yang juga berhasil, kerugian ratusan triliun berhasil diamankan dari penimbunan dan instabilitas harga. Kita sikat mafia-mafia beras dan pangan,” tutur Tito

“Untuk itu kami butuh dukungan para tokoh dan ormas Islam. Kami siap kerjasama demi utuhnya dan terjaganya NKRI. Mari kita jaga dan atasi bersama masalah keamanan dan lainnya,” tandasnya. (za)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: