HomeSkandalKorupsi

Kasus BLBI: Membentuk Kelompok Paling Kaya, Harta Tidak Habis 7 Turunan

Kasus BLBI: Membentuk Kelompok Paling Kaya, Harta Tidak Habis 7 Turunan

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan, kerugian negara akibat kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) secara keseluruhan besar nilainya.

Saat itu, bahkan angka kerugian negara mencapai satu setengah kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di periode 1997 hingga 1998.

Dia mengungkapkan, besarnya jumlah kerugian jika dinilai dengan uang sekarang adalah menjadi sekira Rp 3.000 triliun.

Baca Juga:  Mega Korupsi BLBI Di-SP3, Sjamsul Nursalim Berharta Rp 10,9 T & Miliki Gurita Bisnis

“Lalu, BLBI ini lah yang membentuk kelas atau kelompok paling kaya di Republik Indonesia saat ini. Di mana, uang mereka tidak akan habis sampai tujuh turunan hasil BLBI,” ujarnya seperti dilansir Tribunnews (29/8).

Karena itu, Salamuddin menilai pelunasan utang obligor dan debitur BLBI sebesar Rp 110 triliun tentunya menolong dari sisi anggaran negara.

Baca Juga:  Terpidana Korupsi BLBI Samadikun Hartono Kembalikan Uang Senilai Rp 87 Miliar

“Uang sebesar itu sangatlah besar. Terutama, jika benar-benar bisa direalisasikan,” katanya.

Namun, pertanyaannya adalah bagaimana cara pemerintah untuk mengembalikan uang itu tanpa penyelesaian secara hukum.

“Kalau diminta serahkan secara sukarela, pasti juga membutuhkan status penyelesaian hukum. Sebab kalau tidak, ini akan menimbulkan ketidakjelasan di masa akan datang, mengingat uang itu sudah beranak pinak,” pungkasnya. (tribun)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0