Kelancaran Lalu Lintas dan Stabilitas Harga Pangan adalah Efek Pembangunan Insfrastruktur Era Jokowi-JK

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Efek dari pembangunan besar-besaran di era pemerintahan Jokowi-JK sangat dirasakan hari ini. Hal tersebut ditinjau dari lancarnya arus lalu lintas dan meningkatnya stabilitas harga-harga pangan di masyarakat.

Tentu, sebagaimana diungkap oleh Sekretaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Andi Rukman Karumpa, hal ini berbeda dari era-era pemerintah sebelum Jokowi-JK.

“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya terjadi insiden dan kemacetan luar biasa, kali ini transportasi dan perhubungan lancar. Harga-harga barang juga stabil untuk kebutuhan pokok,” ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/6/2017).

Dan inilah, terang Andi, merupakan efek dari pembangunan infrastruktur secara besar-besaran selama ini.

“Membangun infrastruktur secara masif sebuah keniscayaan, kapan lagi. Dampaknya sudah terasa, angkutan darat ada tol, laut ada pelebuhan yang memadai, dan badara, inflasi di daerah dapat terkendali,” tambahnya.

Seperti diketahui, mulai dari periode 2015 sampai 2019 ke depan, pemerintahan Jokowi-JK sudah menargetkan membangun sebanyak 15 bandara baru, 24 pelabuhan, 2.650 km jalan nasional, 1.000 km jalan tol, 3.258 km jalur kereta api, dan 60 pelabuhan penyeberangan.

Besarnya pembangunan infrastruktur ini, tak salah kiranya jika pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 5.519 triliun.

Kencangnya pembangunan ini juga membuat Gapensi secara lembaga optimis terhadap sektor konstruksi yang akan kembali masuk dalam tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto nasional tahun ini.

“Meski pada kuartal I-2017 sektor ini hanya di posisi ke-6 penyumbang PDB, kita optimis, sebab infrastruktur terus dipacu, sebanyak 70 persen kan kerjaan konstruksi,” jelasnya. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90