Kembangkan Kapabilitas Sebagai KEK, Batam Aero Technic Mampu Serap 9.976 Orang Tenaga Kerja

Nilai Investasi Rp 7,29 Triliun untuk proses pemulihan dan percepatan industri penerbangan nasional serta global.

Kunjungan kerja (site visit) KEK Batam Aero Technic

BATAM, SUARADEWAN.com — Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat perawatan dan pengerjaan penanganan perbaikan pesawat udara (Maintenance, Repair, Overhaul/ MRO) member of Lion Air Group senantiasa mengembangkan kapabilitas dan kemampuan.

Batam Aero Technic mulai beroperasi pada 2014 merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance repair and overhaul (MRO).

Pada perkembangannya, BAT memenuhi kriteria-kriteria menurut ketentuan tentang penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sejak diperkenalkan pada 12 Juni 2021 sesuai PP No 67 Tahun 2021 dan memenuhi kualifikasi rencana bisnis yang mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya industri aviasi.

Agenda KEK BAT, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dilakukan oleh: Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Kim Sung Yong, Duta Besar Kanada di Indonesia, Nadia Annic Burger, Duta Besar Indonesia di Singapura, Suryotomo, Deputi 7 Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Dr. Raden Edi Prio Pambudi. 6. Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono, Gubernur Kepulauan Riau,Ansar Ahmad, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Presiden Direktur Lion Air Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Direktur Batam Aero Technic, Riki Supriadi Suparman.

“KEK BAT di Batam ini optimis akan mampu mendorong perseroan (Batam Aero Technic) untuk terus meningkatkan utilisasi dan optimalisasi dari kapabilitas yang dimiliki saat ini sejalan rancangan kerja berkelanjutan (master plan). Harapan utama, dapat terwujud perawatan pesawat yang terintegrasi sehingga dapat menekan angka pekerjaan berbagai perawatan pesawat ke luar negeri,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya (5/11).

Baca Juga:  Luhut: Freeport tak Penuhi Kewajiban Sejak 2009

Pada pengembangan serta pengoperasian kelanjutan dari hanggar tahap 3 dan tahap 4, BAT berencana membangun 8 (delapan) hanggar yang bisa menampung 24 pesawat udara tipe berbadan sedang (narrow body): Boeing 737 dan Airbus 320. Hanggar dimaksud diharapkan meningkatkan serapan kebutuhan perawatan pesawat secara nasional dan internasional, serta meminimalisir jumlah pekerjaan MRO yang dikirim ke luar negeri.

BAT didukung kurang lebih 2.000 personil (sumber daya manusia) dengan target nilai investasi yang pada 2023 yaitu Rp 1,24 triliun.

“Nilai investasi mencapai Rp 7,29 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030. Pengembangan KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 30%-35% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri,” jelasnya.

Baca Juga:  Realisasi Baru 36,37 Persen, Belanja Modal Menumpuk Di Akhir Tahun

Kemampuan dan kapabilitas BAT dalam jangka menengah serta mendatang diharapkan mampu mendukung dan memenuhi pasar Asia Pasifik yang diprediksi mempunyai rata-rata (kisaran) 12.000 unit pesawat udara dengan nilai bisnis berkisar US$ 100 miliar pada 2025.

“BAT menyampaikan terima kasih atas terbentuknya sebagai KEK di Batam dalam upaya melakukan pengembangan usaha dengan tujuan sinergi positif sektor aviasi. Iklim usaha yang diciptakan oleh pemerintah sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam hal ini, pelaku usaha dibidang industri penerbangan khususnya jasa angkutan udara sangat merasakan bantuan dan dukungan dari pemerintah dalam rangka pengembangan dan pertumbuhan bidang usaha industri penerbangan. (ed/red)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90