HomeDPR RI

Kenapa PT 20 Persen Lalu Tidak Diprotes? Fadli Zon : Karena Konfigurasi Politik Sudah Berubah

Kenapa PT 20 Persen Lalu Tidak Diprotes? Fadli Zon : Karena Konfigurasi Politik Sudah Berubah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam jumpa pers usai pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa penetapan presidential threshold (PT) 20 persen adalah bentuk lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia.

Padahal, penetapan PT 20 persen justru awalnya dilakukan di zaman pemerintahan SBY, dan sudah dijalankan dalam dua kali pemilihan Presiden. Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo mempertanyakan kenapa penetapan PT 20 persen baru diprotes sekarang, bukan sejak dulu.

Baca Juga:  UU Pemilu Digugat, Pemerintah: Silakan

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, alasan partainya menolak PT 20 persen dalam UU Pemilu yang belum lama disahkan itu adalah karena konfigurasi politik Indonesia yang sudah berubah.

Hal tersebut diungkapkan Fadli usai menghadiri acara konser 57 Tahun Elly Kasim Berdendang di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/7).

Baca Juga:  Presidential Threshold Dinilai sebagai Solusi Meningkatkan Kualitas Demokrasi

“Presidential threshold akan digugat, saya lihat ada tanggapan dari Pak Presiden dan menteri lain. Kok dari dua pemilu enggak diprotes? Karena konfigurasi politik sudah berubah. 20 persen itu menyulitkan,” kata Fadli.

Fadli mengakui pola-pola politik lama tidak akan lagi bisa digunakan dalam pertarungan Pilpres kedepan, sebab sudah banyak perubahan dalam peta politik di Indonesia. (za)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0