HomeDPR RI

Ketua DPR berharap OJK Buat aturan Turunan UU Penjaminan

PURWAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua DPR RI Ade Komaruddin menggelar Sosialisasi UU Penjaminan di Menteng Food Zone, Purwakarta pada Jumat, (25/3). Sosialisasi ini merupakan salah satu agenda Ade Komaruddin selama reses di daerah pemilihannya.

RUU Penjaminan ini merupakan inisiatif dari Fraksi Partai Golkar di DPR dan dalam Rapat Paripurna DPR pada 17 Desember 2015 lalu, telah disahkan menjadi UU. Selanjutnya Presiden mengesahkan UU Penjaminan pada tanggal 15 Januari 2016 dan diundangkan tangal 19 Januari 2016 dengan lembaran berita negara nomor 9 tahun 2016.

Akom, sapaan akrab Ketua DPR menjelaskan, UU Penjaminan ini dibuat untuk dapat memperkuat dasar hukum pelaksanaan penjaminan dan juga menyeimbangkan industri penjaminan dengan industri lainnya. “Sehingga terjadi persaingan usaha yang sehat yang pada akhirnya menguntungkan bagi rakyat,” tutur Akom.

Lebih jauh politisi senor Golkar ini menjelaskan, UU Penjaminan juga dapat memberikan jaminan kepastian kepada lembaga pembiayaan, apabila terjadi resiko pembiayaan. Oleh karena itu dia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuat Peraturan OJK (POJK) sebagai aturan turunan dari UU Penjaminan. Meski demikian, ia menghimbau agar OJK berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPR sebelum membuat POJK.

“OJK tidak bisa membuat POJK tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPR. Sebagai acuan, terdapat 28 amanat pengaturan lebih lanjut dalam POJK di UU Penjaminan,” Jelas Ketua DPR.

Selain itu, alumni UIN Jakarta itu juga menyebutkan peraturan pelaksanaan UU Penjaminan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tersebut wajib ditetapkan paling lambat satu tahun terhitung sejak UU Penjaminan bisa diberlakukan.

“OJK tidak bisa menafsirkan amanat UU Penjaminan tersebut secara bebas namun harus sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU Penjaminan,” tegasnya.

Hadir dalam acara tersebut anggota Dewan Komisioner OJK Ilya Avianti, Sarwono dan Ujang Komaruddin yang bertindak sebagai moderator. Para peserta yang turut hadir adalah dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Purwakarta dan ratusan pelaku UMKM se-Kabupaten Purwakarta. (SD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0