HomeDPR RI

Ketua Fraksi Nasdem Harus Minta Maaf Secara Terbuka

Ketua Fraksi Nasdem Harus Minta Maaf Secara Terbuka

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pidato Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi bola panas. Partai Demokrat (PD) mengecam pernyataan tersebut dan menuntut Viktor minta maaf. Partai Gerindra pun juga menuntut hal yang sama.

Dalam potongan video yang beredar, Jumat (4/8), politisi NasDem itu diketahui menyebut Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN sebagai empat partai pendukung intoleransi dan pendukung khilafah di indonesia.

“Tuduhan bahwa PD adalah salah satu Parpol yang pada tingkat nasional tidak mendukung Perppu Pembubaran Ormas Radikal sehingga harus “dibunuh” di NTT adalah upaya sistematis dari kekuatan politik tertentu untuk menghancurkan kredibilitas PD di NTT khususnya dan di tingkat nasional umumnya,” kata Ketua DPP PD Benny K Harman dalam pernyataan tertulisnya.

Baca juga: Setelah PDI P Dituduh PKI, Giliran Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN Dituduh Partai Intoleran dan Pendukung Khilafah

Baca Juga:  Pembahasan RUU Pemilu Gagal Capai Target

Benny menilai pernyataan Viktor yang menurutnya menyamakan sikap kritis terhadap Perppu dan pembubaran HTI dengan sikap mendukung HTI dan Ormas radikal sangat tendensius. Dia menyebut Viktor bermaksud menjauhkan PD dari rakyat NTT.

“Tuduhan tak berdasar dan keji tersebut tak pantas keluar dari seorang tokoh sekelas Viktor Laiskodat. Tuduhan kejam tersebut justru mengerdilkan ketokohan yang bersangkutan dan sangat mengadu domba masyarakat NTT yang selama ini dikenal harmonis dan cinta damai,” ujarnya.

Benny mengatakan, bagi PD di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan adalah harga mati. Oleh karena itu, saya meminta saudara Viktor Laiskodat segera mencabut tuduhan tak berdasar tersebut dan meminta maaf kepada Partai Demokrat atas pernyataannya yang menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan publik di masyarakat NTT khususnya,” pungkas Benny.

Baca Juga:  Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Tekstil di Bea Cukai

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade meminta Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat meminta maaf secara terbuka kepada Partai Gerindra atas pernyataannya dalam suatu acara di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini.

“Kami menuntut Viktor secara resmi dan terbuka meminta maaf ke Gerindra. Pernyataannya dalam acara di NTT itu justru membuktikan bahwa Viktor anti Pancasila dan anti kebhinekaan sesungguhnya, ucapan Viktor itu nyata-nyata pencemaran nama baik ke Gerindra, ke Demokrat, ke PKS dan ke PAN. Ucapan Viktor sangat jelas berpotensi memicu konflik horizontal karena menyinggung isu agama,”tegas Andre dalam keterangannya, Jumat (4/8/2017).

Rencananya, Lembaga Advokasi Hukum DPP Partai Gerindra akan melaporkan Viktor Laiskodat ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat siang ini. Pelaporan dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Partai Gerindra. (ALH)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0