HomeNasionalHankam

Ketum PWRI, Beri Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri di Bidang Radikalisme

Ketum PWRI, Beri Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri di Bidang Radikalisme

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kinerja 100 hari Polri di bawah Kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sejak dilantik akhir bulan Januari saat ini mendapatkan apresiasi. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWRI), Suriyanto, memberikan catatan khusus terkait dibidang radikalisme dan toleransi beragama.

Menurut Suriyanto, kinerja Kapolri Listyo Sigit di bidang pemantapan ideologi, toleransi beragama, dan penindakan radikalisme sudah berjalan dengan baik. Dijelaskannya, bahwa sosok Listyo Sigit adalah sosok jenderal yang konsisten dan komitmen dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Saya memantau program seratus hari Kapolri Listiyo Sigit dalam program pemantapan idiologi, toleransi beragama dan penindakan radikalisme berjalan lebih baik dari sebelumnya. Beliau pemimpin muda kepolisian republik Indonesia yang konsisten dan komitmen,” kata Suriyanto kepada media melalui daring, Jakarta, Selasa, (11/05).

Lanjutnya, pria yang juga memimpin Partai Nusantara ini berharap agar Kapolri terus melakukan penguatan program Deradikalisasi agar tidak ada lagi gerakan-gerakan awam bertindak diluar ketentuan cita-cita bangsa.

Baca Juga:  Kapolri Ingatkan Tantangan Baru di Era Globalisasi

“Saya berharap Kapolri lebih menguatkan program tersebut untuk kemajuan bangsa Indonesia yang terhindar dari para pengacau pemecah belah bangsa ini,” jelas Suriyanto.

“Semoga beliau terus dapat merawat persatuan dan kesatuan bangsa Demi keadilan hukum dan kepastian hukum serta kemajuan bangsa Indonesia di semua lini kehidupan di NKRI yang sama-sama kita cintai ini,” lanjutnya dengan penuh harapan.

Di tempat yang berbeda, Komisioner dan Ketua Komnas HAM RI 2012-2017, Hafid Abbas, mengatakan bahwa tantangan terbesar yang kini dihadapi Polri adalah bagaimana bisa hadir di hati rakyat dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Sehingga kembali menyatu atau menunggal dengan rakyat karena netralitasnya menjaga dan mewujudkan keadilan, bukan sebagai alat kekuasaan, bukan alat kepentingan korporasi, atau bukan alat kepentingan kelompok. Polri sungguh-sungguh hadir dari, oleh dan untuk rakyat,” pungkas putra kelahiran Bone ini.

Baca Juga:  Kapolri: Pelaku Pungli Calon Polisi Terancam Dipecat

Dengan begitu, Hafid Abbas mengatakan jika Kapolri Listyo Sigit menerapkan hal diatas maka dengan sendirinya intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme akan sangat mudah diatasi.

“Kita belum bisa memberi rapor penilaian kepada Kapolri karena ia baru saja terpilih. Intinya, jika ia bekerja dengan tiga hal tadi, radikalisme akan dengan sendirinya teratasi,” tutup Hafid Abbas. (aw)

Comment