HomeSosmed

Kiat untuk Mengenali Berita Palsu/ Hoax

Kiat untuk Mengenali Berita Palsu/ Hoax

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Banyak yang berharap dengan berakhirnya Pilkada DKI sudah tidak ada lagi berita palsu, bohong atau hoax yang beredar di masyarakat. Tapi kenyataannya Berita hoax masih terus bertebaran, bertebaran di aneka jejaring sosial media populer seperti Facebook, Twitter, YouTube, What’sApp, Path, Instagram dan lain-lain.

Seperti diketahui beberapa hari lalu ramai beredar video di media sosial yang menggambarkan kerusuhan dan seolah-olah terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Padahal video tersebut diambil tahun 2015 silam. Alhasil terjadi kehebohan.

Dari kejadian tersebut menjadi tanya tanya, kenapa hoax terus merajalela? Padahal momen Pilkada DKI sudah usai, Pilpres pun masih cukup jauh dari ujung mata.

Masih ramainya hoax karena masih banyak yang percaya. Maka, hoax pun sulit hilang. Beredarnya hoax membutuhkan momen sebagai pemicunya. Tidak hanya Pilkada, tapi momen yang membuat masyarakat terpolarisasi dapat pula sebagai pemicu menjamurnya hoax di masyarakat. Apakah itu terkait SARA, afiliasi politik atau bisa saja fanatisme pada hal tertentu. Ujar Direktur Eksekutif ICT Watch Donny BU (21/5/2017) sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Baca Juga:  Viral! Gambar Mesum Mirip Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra

Lantas bagaimana menangkal Berita Palsu, bohong atau hoax? Upaya ini tidak hanya menjadi beban pemerintah, tapi juga semua pihak, termasuk masyarakat. Berikut adalah beberapa kiat mengenai yang harus kita waspadai:

1. Jangan Langsung Percaya dengan Judul. Kabar berita palsu, bohong atau Hoax sering kali memiliki judul yang menarik yang ditulis dalam huruf besar dan dengan tanda seru. Jika klaim mengejutkan dalam judul kelihatannya tidak dapat dipercaya, maka kemungkinannya memang begitu.

2. Perhatikan URL Berita. URL palsu atau yang dibuat mirip aslinya dapat menjadi tanda peringatan berita palsu. Banyak situs berita palsu menyerupai sumber berita autentik dengan sedikit mengubah URL. Anda dapat membuka situs tersebut untuk membandingkan URLnya dengan sumber tepercaya.

3. Selidiki Sumbernya. Pastikan cerita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percayai memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika cerita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, periksalah bagian “Tentang” mereka untuk mempelajari selengkapnya.

4. Amati Bila Ada Pemformatan yang Tidak Wajar. Banyak situs berita palsu memiliki kesalahan eja atau penataan letak yang janggal. Bacalah dengan saksama untuk melihat tanda-tanda ini.

Baca Juga:  Pakar Hukum: Berita Yang Tidak Benar dan Tendensius dapat Diproses Hukum

5. Pertimbangkan Fotonya. Kabar berita palsu sering berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Terkadang foto tersebut memang autentik, tetapi konteksnya melenceng. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.

6. Periksa tanggalnya. Kabar berita palsu mungkin berisi kronologi yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah.

7. Lihat Laporan Lainnya. Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan cerita yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa cerita tersebut palsu. Jika cerita tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan cerita tersebut benar.

8. Apakah Cerita Tersebut Hanya Gurauan? Terkadang kabar berita palsu sulit dibedakan dengan humor atau sindiran. Periksa apakah sumbernya memang terkenal menampilkan parodi, dan apakah perincian cerita dan nadanya memberikan kesan berita tersebut hanya sekadar gurauan.

9. Beberapa Cerita Memang Sengaja Dibuat Salah. Berpikirlah secara kritis tentang cerita yang Anda baca, dan hanya bagikan berita yang Anda ketahui dapat dipercaya. (SD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0