HomeSosmed

Kirim Pesan Tentang Nilai Pancasila, Video Kampanye Ahok-Djarot Justru Dinilai Merusak

Kirim Pesan Tentang Nilai Pancasila, Video Kampanye Ahok-Djarot Justru Dinilai Merusak

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Video kampanye calon Gubernur DKI Jakarta No urut 2, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat, dengan judul “Beragam Itu Basuki”, dengan durasi 02.00 menit mendapat respon yang bermacam-macam.

Dalam video itu, menceritakan tentang sejumlah aksi demonstran yang sering terjadi di Jakarta. Dibuat dengan gaya video dramatis seakan-akan Jakarta hanyalah tempat menumpahkan kekesalan pada pemerintah.

Melalui video ini, tanggapan beragam dari sejumlah kelompok masyarakat muncul. Perkumpulan Indo Digital Volunteer berencana ingin melaporkan video ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), menurut Anthony Leong, Ketua Indo Digital Volunteer mengatakan video kampanye itu mengirim sebuah pesan teror.

“Dalam perspektif pesan komunikasi, visual-visual, dan gambar itu mengirim sebuah makna teror,” lanjutnya.

Lanjut Anthony, dalam video tersebut seolah-olah mengkampanyekan kalau Jakarta itu hanyalah tempat untuk huru-hara, bisik, dan mencekam. Padahal Jakarta sudah jauh hari menerima keberagaman dengan damai, tertip, dan hidup secara rukun.

“Keberagaman itu sudah fakta, tidak perlu terus dilontarkan. Ini seakan-akan Jakarta belum siap menerima keberagaman. Saya sendiri sangat tidak terima dengan iklan video tersebut. Kami lagi mengkaji dan mempersiapkan laporan ini ke KPI,” tegas Anthony yang juga Pakar Digital Marketing itu.

Hal yang sama juga ditanggapi oleh perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia. Ustadz Tengku Zulkarnain, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), beranggapan kalau video kampanye itu sangat menyudutkan Islam.

Menurut Tengku, Islam itu tidak seperti digambarkan dalam video itu, “Apa maksud video tersebut. Apakah orang Islam digambarkan sebagai orang jahat?,” katanya, Minggu (9/4/2017).

Senada dengan Anthony, Ustadz Tengku Zulkarnain menilai bahwa iklan tersebut telah merusak makna dari nilai-nilai kebhinnekaan. Padahal menurutnya Ahok-Djarot sering menggaungkan pancasila.

Tengku pun meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk segera mencabut iklan kampanye pilkada tersebut. “Sebab iklan kampanye tersebut menyesatkan dan berbahaya,” katanya.

Padahal, dalam video yang berdurasi 02.00 menit itu, jika ingin diperhatikan lebih seksama justru memberikan makna yang luas tentang kebhinnekaan. Bahkan mengajak kepada seluruh warga Jakarta agar menjaga kebhinnekaan dan menjadi pelaku sejarah di Jakarta.

Video tersebut memberikan makna tentang persaudaraan, baik itu tentang agama, suku, dan ras. Bahwa pancasila benar-benar hadir, bahwa pancasila mampu mendamaikan, dan pluralisme tetap terjaga. “Pancasila bukan hanya jargon, tapi sudah membumi di Jakarta” terang dalam video tersebut di menit 00.54. (aw)

Berikut video dengan judul “Beragam Itu Basuki”

https://youtu.be/G2lVgE4hir8

Baca Juga:  PPP Soal Pilkada DKI, Lain Djan Faridz dan Lain Pula Romahurmuziy
Baca Juga:  Ketika Istri Ahok Piawai Bermain Cello, Membungkam Segala Kemunafikan

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: