oleh

Kisah dan Fakta Menarik Seputar Perayaan Tahun Baru Imlek

SUARADEWAN.com — Tahun Baru Imlek adalah salah satu perayaan terbesar dalam tradisi China. Ada banyak kisah dan fakta menarik seputar peringatan ini. Berikut ini, lima di antaranya.

1. Tahun Baru China bersamaan dengan awal musim semi

Di China, tahun baru menandai tidak hanya peralihan tahun, tetapi juga pergantian dari musim dingin ke musim semi. Masa ketika petani tradisional akan memulai musim tanam. Oleh karena itu, tahun baru ini juga dirayakan dengan festival musim semi.

2. Perayaan berlangsung selama 15 hari

Tahun baru adalah peristiwa besar dalam budaya China. Keluarga berkumpul dan makan bersama. Makanan yang kerap hadir antara lain ikan, jeruk, mi, dimsum, dan sup. Perayaan ini berlangsung sampai hari ke-15, dari bulan mati sampai dengan purnama. Hari ke-15 atau akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek ini disebut Cap Go Meh.

3. Banyak orangtua berharap anaknya lahir pada tahun naga

Baca Juga:  Kece Abis, Penampilan Menawan Anne Marie Serba Pink

Pergantian tahun berarti juga pergantian shio. Ada 12 shio yang siklusnya berputar selama 12 tahun. Dari banyak shio itu, shio naga, satu-satunya hewan mitos di antara yang lain, dianggap sebagai salah satu yang paling baik.

Naga dalam budaya timur dianggap sebagai hewan yang agung. Lantaran orang percaya bahwa shio berpengaruh dalam pembawaan individu, banyak orangtua berharap anaknya lahir pada tahun naga. Bahkan, pada beberapa tahun angka kelahiran di China, Taiwan, dan Hong Kong cenderung meningkat sekitar 5 persen pada tahun naga.

4. Pemerintahan Mao Zedong pernah mencoba membatasi perayaan tahun baru

Pemerintah republikan China mengadopsi kalender Gregorian atau Masehi pada 1912 dan secara resmi mengganti nama Tahun Baru China menjadi Festival Musim Semi. Setelahnya, pemerintah dari Partai Komunis di bawah Mao Zedong yang berkuasa pada 1949 mencoba menyingkirkan aspek-aspek perayaan yang dianggap feodalistik atau bersifat takhayul.

Pada masa-masa pembatasan itu, pemerintah bahkan pernah membubarkan pertunjukan barongsai. Meski begitu, tradisi perayaan tahun baru bangkit kembali sejak liberalisasi ekonomi yang terjadi setelah kematian Mao Zedong.

Baca Juga:  Mayla dan Sofia, Wanita Transgender Kembar Pertama di Dunia

5. Di dunia, Tahun Baru China memicu mobilitas manusia yang tinggi

Mereka yang merayakan Tahun Baru China ingin melakukannya bersama keluarga. Oleh karena itu, di luar masa pandemi, mereka yang tinggal jauh dari keluarga ingin saling mengunjungi.

Saking banyaknya orang yang melakukan perjalanan, pergerakan manusia terkait Tahun Baru China ini bahkan disebut migrasi musiman manusia terbesar di dunia. Bahkan, diperkirakan ada 3,2 miliar perjalanan di seluruh dunia dalam periode 6 minggu. (klasika.kompas)

Komentar

Berita Lainnya