HomeDPR RI

Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Teroris adalah Keniscayaan

Komisi I DPR:  Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Teroris adalah Keniscayaan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemerintah mengharapkan agar unsur TNI dapat terlibat dalam praktik pemberantasan terorisme. Untuk merealisasikan keinginan tersebut, Presiden Joko Widodo meminta keterlibatan TNI dicantumkan dalam Rancangan Undang-Undang Terorisme yang hingga kini masih dibahas di DPR RI.

Menurut Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanuddin, keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme merupakan keniscayaan berdasarkan kebutuhan yang tidak bisa kita dihindari. Ia menilai, saat ini kejahatan terorisme sudah semakin membahayakan.

“Awalnya mungkin ya seperti di Indonesia, ‘cuma’ muncul tiga atau lima teroris saja, dan bisa dihabisi dengan cara konvensional dan pendekatan hukum,” tuturnya, Kamis (8/6/17).

Baca Juga:  DPR Bersama Pemerintah Dukung Industri Pertahanan Nasional

Ia menjelaskan bahwa, menangangi masalah tidak cukup dengan mengandalkan dari sisi hukum saja. Perlu ada upaya pencegahan secara fisik. Sehingga penanggulangan terorisme harus mengedepankan perang melawan terorisme sembari memperkuat  penegakan hukumnya.

Menurutnya, pada awalnya aksi terorisme muncul dar faham, kemudian bermutasi menjadi sebuah gerakan radikal, seperti melancarkan aksi-aksi bom bunuh diri, penembakan dan aksi-aksi kekerasan lainnya.

Bahkan, lanjutnya, kelompok radikal ini sangat potensial membentuk satu kelompok dengan basis pendukung yang banyak. Apabila itu terjadi, maka bisa mengakibatkan perang terbuka yang tentu mengancam eksistensi negara, seperti yang terjadi di Filipina, Iraq, Syria.

Baca Juga:  Pemerintah Target Revisi UU Terorisme Selesai Pekan Depan

“Lihat saja kasus di Iraq, Syria, dan terakhir di Marawi, Filipina. Kalau teroris sudah seperti di Marawi apakah kemudian baru diserahkan ke TNI untuk digempur?” pungkasnya.

Dirinya menyebut, melawan terorisme berarti melawan ideologi, kejahatan terstruktur, dan dananya terorganisasi. Itu merupakan ancaman terhadap bangsa dan negara. (dd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: