Komisi I DPR RI: TNI Tidak Boleh Main Politik Praktis

SUARADEWAN.com – Jendral Andika semakin dekat masa pensiunnya, yaitu kurang dari sebulan lagi, tepatnya pada 21 Desember 2022 depan.

 

Sebelumnya Andika mengaku belum tahu siapa sosok yang akan menggantikannya. Menurut pengakuannya, Jokowi memang selalu dadakan dalam membicarakan soal pergantian panglima.

“Sejauh pengalaman saya, presiden itu enggak pernah jauh-jauh hari ngomong (soal pergantian panglima), enggak pernah. Beliau pasti mendadak,” kata Andika Maret lalu, seperti dikutip Tempo.

Dikabarkan, bahwa Andika akan digantikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI. Yudo akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR pada Rabu Besok (30/11/2022).

“Fit and proper test mungkin Rabu, selesai dibawa ke paripurna. Mungkin Kamis selesai langsung dikirim ke Presiden, Presiden minggu depan melantik panglima baru, tanggal 7 Desember,” kata Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, dikutip dari Pro3 RRI, Selasa (29/11/2022).

Hasanuddin menyatakan, sosok panglima TNI nantinya harus sesuai kriteria yang diharapkan, yaitu bagaimana prajurit TNI tetap solid dan netral. Tidak boleh ikut-ikutan politik praktis.

Hal itu memang dikhawatirkan banyak orang, lebih-lebih mendekati tahun politik 2024. Netralitas pejabat negara sangat dibutuhkan untuk menciptakan pemilu yang jujur dan adil, demokratis serta sesuai konstitusi.

“Tidak main politik praktis. Apalagi akan menghadapi Pilpres, Pileg, Pilkada, netralitas TNI dibutuhkan,” pesan Hasanuddin.

Selain itu menurutnya, butuh upaya panglima TNI meningkatkan kualitas prajurit. Dengan melakukan pelatihan dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90