oleh

Komisi VI DPR: Garuda Untuk Mulai Berbenah Diri, dan Pemerintah Mengawalnya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Anggota Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir tidak menampik terkait kondisi PT. Garuda Indonesia yang terancam bangkrut. Pasalnya perusahaan penerbangan yang super elit ini telah dililit hutang yang begitu besar, hingga mencapai triliunan. Menurutnya dengan hutang sebesar itu disebabkan pembelian satelit yang jumlah ratusan.

“139 satelit yang dimiliki garuda, sehingga hutangnya sudah sangat besar garuda ini. Dikarenakan setiap tahun hutangnya selalu menambah terus, hingga mencapai sebesar Rp 39 triliun. Dan sekarang setiap tahun kenaikan hutang hampir 3 triliun,” kata Inas pada saat dihubungi, Sabtu, (10/6).

Ia menyesalkan terkait kondisi Garuda pada saat ini. Kalau seperti itu, lama-lama perusahaan (garuda) bisa bangkrut. Maka dari itu, PT Garuda untuk memulai melakukan berbenah diri, agar tidak mengalami terjadinya bangkrut.

Baca Juga:  Inilah Filosofi Dibalik Arsitektur Gedung DPR dan Monumen Nasional

Inas menyarankan kepada Garuda untuk bisa menguasai pasar domestik dalam hal dunia penerbangan. “Kuasain dulu penerbangan regional, dan Internasional, terutama domestik,” cetusnya.

Selain itu juga kata Inas, pemerintah harus benar-benar mengawal garuda ini dengan benar. Kemudian Kementerian BUMN jangan selalu mengikuti aturan yang dibuat oleh pihak swasta.

“Bukan kita harus patuh kepada pihak swasta, tapi jangan swasta di ninabobokan. Supaya garuda bisa berkembang, dan mulai menanjak lagi keuntungan. Itu yang menjadi problem sekarang,” tegasnya.

Baca Juga:  Komisi VI DPR RI dorong BUMN bantu masyarakat melalui CSR

Politisi Hanura ini menambahkan, dengan kondisi sekarang Qatar yang sedang di embargo oleh negara Arab Saudi, dan negara-negara timur tengah yang lain, pada saatnya ini menjadi peluang kesempatan buat garuda untuk bisa memperoleh keuntungan kembali. (Yudi)

Komentar

Berita Lainnya