HomeSosial Budaya

Komunisme Bangkit Membonceng Kaum Hedonis Pemuja Kebhinekaan, Bukan Bhinneka Tunggal Ika

Komunisme Bangkit Membonceng Kaum Hedonis Pemuja Kebhinekaan, Bukan Bhinneka Tunggal Ika

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kebangkitan Komunis di Indonesia belakangan ini menjadi suatu hal yang menarik untuk dikaji secara mendalam. Disinyalir Komunisme di Indonesia kini bangkit membonceng kaum hedonis pemuja kebhinekaan, bukan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebuah ideologi memang tidak akan pernah mati, begitu juga halnya Komunisme. Bangsa Indonesia telah merasakan pil pahit akibat dari komunisme lebih dari sekali. Jika dibuka lembaran sejarah Indonesia, maka akan terlihatlah kekejaman dan kebengisan Komunisme terhadap musuh-musuhnya, terutama umat Islam.

Sekarang peredaran buku-buku berhaluan kiri atau komunisme bisa dikatakan sangat bebas dan mudah untuk didapatkan, bahkan penerbit sekelas Tempo telah menerbitkan buku yang bisa saja disinyalir sebagai pendukung bangkitnya komunisme di Indonesia.

Buku Terbitan Tempo, dijual bebas di Hypermart

Padahal dalam sejarah dunia, Komunisme tidak dapat mengangkat bangsa yang menganut pahamnya, baik itu ekonomi, sains, budaya, maupun dari segi lainnya. Bahkan di negara-negara yang menganut paham komunis sering terjadi pembantaian, pembunuhan, pemerkosaan terhadap hak-hak asasi rakyat.

Baca Juga:  Apa Itu Indonesia?

Tetapi kita jangan lupa bahwa Komunisme ini masih laku di negara-negara yang keadaan negerinya miskin, tidak terkecuali di Indonesia. Walaupun gerakan ‘perlawanan’ Komunisme pernah dilakukan semasa Orde Baru.

Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya gerakan-gerakan kerakyatan yang mengatasnamakan rakyat, padahal sebenarnya memanfaatkan rakyat, apalagi terjadinya konflik antar golongan/ SARA yang kini sering muncul ke tengah-tengah permukaan.

Baca Juga:  Presiden: Kodrat Kebangsaan Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika

Jika dibandingkan dengan kondisi pada dekade 60-an hal seperti ini juga terjadi. Perbedaannya mereka (kelompok kiri) sekarang tidak memakai wajah asli mereka (komunis) tetapi memakai topeng-topeng yang membuat sekelilingnya terkelabui.

Pola-pola perjuangan yang mereka lakukan pun tidak jauh berbeda, seperti Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan (MKTBP) yaitu pola legal dengan muncul ke permukaan pada saat ini disinyalir ada berbagai badan, baik itu dari politik, masyarakat, dan berbagai kalangan (pelajar, mahasiswa, buruh dan petani) berpaham komunis, pola gerakan bawah tanah mengindikasikan adanya berbagai training untuk mencetak kader-kader mereka dan pola infiltrasi terutama kalangan militer dan umat Islam.

Papan Reklame Im3 dengan jelas menampilkan logo komunisme

Papan reklame Ormas red army di malang sebelum diturunkan oleh warga

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0