HomeDaerahSulselrabar

Kongres HIPPMAS Dinilai Janggal, Sejumlah Pihak Mengugat

Kongres HIPPMAS Dinilai Janggal, Sejumlah Pihak Mengugat

MAKASSAR, SUARADEWAN.com – Kongres Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS) resmi dilaksanakan di Baruga Angin Mamiri di Gedung BPSDM pada 17 – 20 Juni 2022.

Namun selang beberapa waktu berjalan terjadi keributan sehingga forum dipending dengan waktu yang tidak ditentukan. Kongres di pending karenakan pemaparan LPJ terhadap PLT tidak lengkap sehingga peserta forum meminta pleno 3 diulang dengan alasan LPJ PLT ditolak oleh peserta Forum.

Usai dipending beberapa hari Kongres tersebut kembali dilanjutkan pada 22-23 Juni 2022, di Hotel Kenari namun didalam forum dinyatakan tidak sah dengan beberapa alasan hukum seperti peserta penuh didalam forum tidak quorum dan SC (STEERING COMITE) yang hadir didalam forum tersebut hanya satu orang dari 5 orang maka dari itu forum dinyatakan tidak sah.

Baca Juga:  Bagi-Bagi Sembako Polri Sesalkan Info Sesat soal Pandemi di Tengah Warga Makassar

Akkung salah satu peserta penuh sangat memprihatikan kejadian tersebut.

“Kongres yang diadakan dihotel kenari kondisinya tidak, Quorum ki tetapi dipaksakan untuk pemilihan dengan alasan jangan sampai kena cash jika lewat batas bokingannya,” tuturnya.

Muamar sebagai panitia kongres mengatakan bahwa “Lokasi Kongres itu sebenarnya mendadakki karena ketupat pergiki ke sinjai cari dana untuk kelanjutan kongres tetapi tiba-tiba steering commite sudah mendapatkan tempat dan lunasmi pembayarannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Bagi-Bagi Sembako Polri Sesalkan Info Sesat soal Pandemi di Tengah Warga Makassar

Selain itu kelanjutan kongres tersebut tidak berjalan seperti sebelumnya lantaran presidium sidang yang lama tidak hadir dan digantikan presidium sidang baru.

Mengakibatkan forum aklamasikan kandidat salah satu calon ketua DPP HIPPMAS, kongres HIPPMAS tidak sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.

“Terkait dengan hal diatas maka Kami dari Garis Volunter Komisariat dan Cabang menggugat, adanya Unsur Pemaksaan sehingga kongres di lanjutkan dan itu kami anggap Inkonstitusional, karena melanggar aturan dasar Organisasi,” tutur salah satu peserta.***

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0