HomeNasionalSosial Budaya

Koordinator BEM Nusantara Dukung Pemindahan IKN

Koordinator BEM Nusantara Dukung Pemindahan IKN

KENDARI, SUARADEWAN.com – Pemindahan Ibu Kota Negara baru tidak lagi hanya sekedar wacana, sebab pada tanggal 18 Januari 2022, disahkannya RUU tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU oleh DPR RI dan Pemerintah. Dengan demikian, Indonesia akan mempunyai IKN yang baru menggantikan Jakarta.

Menyikapi itu, Koordinator BEM Nusantara Hasir melalui ruang diskusi dan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) menuangkan isu sentral Jawa di tanah anoa dengan tema “Perspektif Mahasiswa Sultra Terhadap Pemindahan IKN Nusantara Guna Mendukung Stabilitas Keamanan Nasional” di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) gedung WTC pada, Sabtu 11 Juni 2022.

Pada FGD ini, BEM Unsultra sekaligus Koordinator BEM Nusantara menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengkaji tentang perpindahan Ibu Kota Negara, sebab perpindahan Ibu Kota menjadi sentral isu pada ruang Nasional.

Baca Juga:  BEM Nusantara DIY Gelar Aksi Damai Kecam Faham Radikal dan Terorisme

“Ini adalah persoalan dari Temu Nasional BEM Nusantara di Banten, hari ini kami tidak diberi ruang-ruang yang dimana ruang itu hanya diisi oleh teman-teman Jawa sentris,” Tegasnya

“Hadirnya kegiatan ini dan termaksud saya mendukung pemindahan ibukota negara ini,” Tambahnya.

Lanjut Hasir, Focus Group Discussion juga mendatangkan para pakar hukum, akademisi bapak Dr. La Ode Muh. Bahriun yang berfokus Hubungan Tata Negara sebagai salah satu narsumber untuk mengkaji aturan pemindahan IKN secara Konstitusi.

“Lewat kegiatan ini kami berharap agar isu nasional dapat dikaji secara matang dan tidak membias ke daerah Sulawesi Tenggara,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua DEMA IAIN Kendari, yang juga menjabat sebagai Korsu BEMNUS Lingkungan Hidup dan Agraria Hendra Setiawan mengemukakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara masih dalam tahapan pembahasan di pusat.

Baca Juga:  BEM Nusantara DIY Gelar Aksi Damai Kecam Faham Radikal dan Terorisme

“Hasil FGD ini, akan kami teruskan ke pusat, sudah ada data tapi belum valid, maka dari itu kami akan validkan di pusat agar kajiannya tidak salah-salahan,” Jelasnya.

Lanjut Hendra sapaan akrabnya, ia menerangkan dari hasil analisa, pemindahan Ibu Kota Negara ini belum mendapatkan respon baik dipublik.

“Saya secara pribadi menolak pemindahan Ibu Kota Negara ini, sebab Seperti yang kita ketahui Wilayah yang di pilih oleh Pemerintah adalah wilayah yang di kenal sebagai paru-paru dunia, keruskan ekosistem dan lainnya berakibat fatal bagi Negara,” pungkasnya. (asb/eb)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0