Koperasi Paraikatte Bina Sejahtera Hadir Dengan Konsep Syariah

PAMULANG, SUARADEWAN.com – Ditengah lesunya perkembangan Koperasi Indonesia, Koperasi Paraikatte Bina Sejahtera hadir dengan wajah baru yang menawarkan konsep koperasi syariah.

Diketahui, Koperasi Paraikatte Bina Sejahtera (KPBS) merupakan Koperasi binaan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tanggerang Selatan, yang diinisiasi oleh Captain Haji Bahru Asap, seorang pensiunan Manajer di perusahaan Minyak ternama di Indonesia, PT Pertamina.

Kurang lebih dua semester sejak dibentuknya koperasi ini, KPBS mengalami perkembangan yang begitu cepat. Selain beberapa usaha koperasi yang telah berjalan, kini keanggotaan koperasi sudah mencapai ratusan. Hal tersebut lantaran, koperasi yang sekarang diketuai oleh H. Abdul Muthalib ini begitu progresif menjaring anggota koperasi yang notabene adalah berasal dari KKSS Kota Tangsel.

Namun tidak mudah menghadapi persaingan global dan gejala milineal yang saat ini sedang melanda dunia. Koperasi yang dulu digagas oleh Bung Hatta ini, kini tidak memiliki banyak peminatnya, disebabkan (konon) masih menerapkan gaya tradisional, dan maraknya mini market yang telah bertancap di pinggiran ibu kota.

Ket : Sebelah Kanan berpeci tradisional Capt. H. Bahru Asap

Nah, penggagas KPBS H.Bahru Asap tentu saja memiliki cara pandang ke depan bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia. Terlebih baginya, KBPS ini ia menyebutnya sebagai ladang amal jariyah. Selain bisa membantu warga Sulsel yang membutuhkan sembako murah di rantauan, ia juga memikirkan nasib mahasiswa rantau asal sulsel yang susah cari makan.

Redaksi SuaraDewan.com,  pada Rabu, 28 Februari 2018 di kediamannnya Pondok Reni Jaya, Pamulang, melalui kontributor kami Yogi Nugroho sengaja mewawancarai Capt. H. Bahru Asap untuk mengetahui seputar Koperasi Paraikatte Bina Sejahtera.

Berikut wawancaranya:

Baik, kita memulainya dengan menanyakan visi-misi Koperasi Paraikatte Bina Sejahtera, pak. Apa visi dan misi koperasi Paraikatte ini berdiri?

Visi Koperasi Paraikatte Bina Sejahtera yaitu suatu bentuk usaha koorparat yang anggotanya adalah warga sulawesi selatan rantauan, khususnya di kota Tangerang Selatan (Tangsel). Yaitu pertama, untuk kesejahteraan anggota. Dan kita merencanakan sebagai langkah awal adalah mendukung keluarga sulawesi selatan yang berpenghasilan menengah ke bawah.

Untuk membantu agar perekonomian mereka terangkat dan bersaing dengan saudara-saudara lain yang sudah berhasil. Kemudian kemungkinan juga anak-anak mahasiswa (Ikami) yang masalah keuangan agak terlambat bantuan dari orang tua itu bisa kita bantu sampai menyelesaikan kuliahnya. Tujuan utamanya itu.

Namun, semua anggota koperasi adalah harus disiplin dan taat mematuhi aturan-aturan yang ada. Misinya adalah jangka pendek sementara adalah untuk usaha sembako. Diperuntukkan kepada keluarga KKSS Tangsel yang kemungkinan besok tidak bisa makan, sehingga silahkan datang mengambil yang anggota Koperasi, mengambil sembako dan bulan depan baru bayar. Baik kelas menengah ke bawah ataupan anak mahasiswa.

Baca Juga:  Bupati Sachrul Membuka Secara Resmi Kegiatan Penyusunan Standar Harga Pemkab Boltim

Yang kedua, mencari terobosan-terobosan. Karena KPBS ini sudah mempunyai izin operasional, jadi legalitasnya telah ada. Sehingga mencari terobosan untuk ada pekerjaan-pekerjaan dari instansi sehingga dengan usaha itu mendapatkan profit dan koperasi ini bisa dikembangkan yang hasil keseluruhan adalah untuk kesejahteraan warga koperasi khusususnya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Bagaimana masa depan koperasi? Dan bagaimana kontribusi koperasi paraikatte dalam pembangunan di Tangsel?

Kedepannya kita berkeyakinan dengan adanya koperasi merupakan usaha kooparate dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha yang ada. Sehingga, tempat usaha yang terikat dengan pinjaman-pinjaman dari tengkulak kita rencananya akan menghapus dengan memberikan sosialisasi untuk masuk ke dalam anggota koperasi sehingga bahasa mengenai tengkulak ini sudah hilang dari peredaran.

Kedua, para anggota koperasi khususnya KKSS Tangsel diharapkan mereka aktif membeli sembako, tidak lain  dan tempat lain sehingga dalam proses itu, warga akan terus mendapatkan keuntungan, karena dari harga penjualan sembako mendapat profit dan profit ini menjadi SHU mereka.

Kedepannya, persaingan koperasi dengan usaha-usaha yang bersaing saat ini bisa berjalan seiring. Konsumen bisa melirik, dia punya paguyuban sendiri, dia punya koperasi sendiri, sehingga konsumen-konsumen ini akan bergerak ke koperasi dan tidak belanja di tempat lain.

Paraikatte keanggotaannya apakah hanya terbatas pada orang Sulsel?

KPBS anggotanya tetap dikhususkan kepada keluarga KKSS Tangsel, namun yang ingin berpartisipasi didalamnya dan itu dianggap menguntungkan untuk koperasi kita akan terima. Karena nilai yang kita tanamkan di sini adalah nilai syariah, jadi tidak ada dalam bentuk hal-hal yang dikerjakan itu bentuk haram. Semua nya halal sesuai dengan syariah Islam.

Sehingga siapapun yang ingin berpartisipasi kita akan terima dalam bentuk positif, saling menguntungkan. Namun keanggotaan mereka tidak bisa diambil sebagai pengurus, dia hanya sebagai anggota luar biasa, bukan anggota biasa yang bisa diangkat menjadi pengurus dalam koperasi itu. Namun mereka mempunyai kontribusi di dalam dia berhak mengusulkan yang terbaik apa untuk koperasi.

Saat ini, kita sudah bekerjasama dengan Puspitek mengenai penyediaan ATK, dan juga bekerjasama dengan 5 puskesmas di Tangsel mengenai Laundry dan sekarang sudah berjalan, Alhamdulillah. Dan kita akan kembangkan ke usaha-usaha yang lain. Mudah-mudahan, semua anggota koperasi yang ada berkecimpung di dalam memberikann kontribusi, baik modal, baik bentuk kerjasama usaha sehingga nilai-nilai yang ada dalam koperasi itu mendapatkan profit yang akan diberikan kepada mereka setiap akhir tahun yang namanya SHU.

Baca Juga:  Lestarikan Kearifan Lokal, Bamus Tangsel Fasilitasi Pertemuan Sesepuh Perguruan Silat

Siapa-siapa saja yang jadi pengurus di koperasi ini?

Pengurus koperasi diambil dari anggota koperasi sendiri, dan anggota koperasi biasa yang otomatis semuanya adalah KKSS Kota Tangsel, itulah semua pengurus dan pengurus ini semuanya wajib menjadi anggota koperasi, tidak bisa jadi pengurus kalau tidak jadi anggota. Namun pengurus ini semua dipilih oleh RAT. RAT adalah keputusan yang tertinggi didalam badan koperasi. Yaitu Rapat Anggaran Tahunan.

Hasil dari itu, siapapun yang dipilih dalam RAT maka dia berhak menjalankan koperasi selama 3 tahun ke depan.

Bagaimana strategi memajukan koperasi Paraikatte ini?

Bisa melalui medsos, bisa melalui anggota koperasi untuk menawarkan ke teman-teman yang lain, bisa melalui anggota yang koperasi yang bekerja di instansi bisa menawarkan di tempat bekerjanya untuk masuk menjadi menjalin kerjasama untuk membantu di pengadaan di dalam kebutuhan-kebutuhan instansi tersebut.

 

Haji Bahru juga memberikan tips-tips enterpreneur kepada mahasiswa (Ikami) agar teruslah belajar dan senantiasa aktif. Karena menurutnya ke depan generasi mereka akan digantikan oleh anak generasi sekarang.

“Diharapkan ke depan, Ikami untuk menghidupkan koperasi, koperasi ini milik kita bersama, milik Ikami, milik orang-orang KKSS Tangsel. Namun KKSS ini akan terbatas, maka otomatis yang akan menggantikan adalah anak-anak mahasiswa mengurus untuk melanjutkan kepengurusan koperasi,” ucap H. Bahru Asap.

Mahasiswa, lanjutnya, jika ingin belajar menjadi enterpreneur harus serius. Karena suatu usaha perlu ada suatu keseriusan mempelajari ilmunya, bagaimana trik-trik membesarkan usaha yang ditekuninya.

Jadi, dalam dunia usaha yang terpenting adalah keseriusan, bekerja dan berdoa. “Jangan sampai, suatu celah yang bisa diambil memberikan dampak positif terhadap usaha ini tertinggal sudah di ambil oleh orang lain, harus bergerak cepat, berpikir jernih, persaingan secara positif sehingga kesempatan-kesempatan dalam berbisnis bisa bersaing dalam dunia usaha,” katanya.

“Intinya adalah disiplin, serius, jujur, bertanggungjawab, dan komitmen terhadap apa yang sudah anda bikin dalam SOP silahkan jalankan. Dan dalam suatu keanggotaan jangan ada bahasa egoistis, tapi bahasanya adalah hasil rapat yang sudah disepakati itulah yang dijalankan,” tutup H. Bahru Asap yang juga merupakan ketua RW di Kelurahan Pondok Benda, pamulang Tangsel.

Tinggalkan Balasan

banner 728x90