oleh

Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Manado Bertambah

MANADO, SUARADEWAN.com — Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati melaporkan perkembangan data korban banjir dan tanah longor di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Dia menyebut, hingga pukul 09.30 WIB hari ini, tercatat enam orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Tercatat 6 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longor di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (18/1).

Raditya mengatakan banjir dan tanah longsor terjadi di Manado akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah labil pada Sabtu (16/1) pukul 15.09 WITA.

Baca Juga:  SSM-OPPO Hadiri Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Manado AA-RS

Sembilan kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Manado. Yakni, Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.

Laporan Pusat Pengendali Operasi BNPB, kerugian materil akibat banjir dan tanah longsor tersebut yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI dan Polri, masyarakat serta relawan. Selain itu, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

Baca Juga:  Pilkada Kota Manado 2020 Berlanjut di Mahkamah Konstitusi

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Manado berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga di tengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021. (mer)

Komentar

Berita Lainnya