oleh

Korban Sudah Melahirkan, Namun Laporan Kasus Pencabulan Tahun 2020 di Polres Rote Ndao Mandek

ROTE NDAO, SUARADEWAN.com – Polres Rote Ndao mengabaikan Laporan Korban Kasus Pencabulan dari Tahun 2020 lalu. Bahkan korban yang masih di bawah umur sudah melahirkan anak dari hasil pencabulan tersebut.

Korban berinisial DT yang masih bersekolah di SMU 1 Lobalain Kabupaten Rote Ndao, beserta orang tua sangat menyayangkan perilaku tidak profesional ini dari pihak kepolisian resort Rote Ndao.

Berdasarkan pengakuan korban, laporan polisi dibuat dirinya dan didampingi orang tua korban ke Polres Rote Ndao dari tahun 2020 lalu.

“Saya dan orang tua sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang yaitu Polres Rote Ndao pada tanggal 23, bulan nya lupa tetapi masih dalam tahun 2020. Dan Laporan diterima oleh Penyidik polres Rote Ndao A/n Pak Octo,” katanya (3/7).

Lebih lanjut korban menceritakan, bahwa Pelaku diketahui berinisial LN (40). Kejadian bermula saat korban tinggal di rumah pelaku karena Sekolah di SMU1 Lobalain beberapa lama, hingga terjadi perbuatan asusila tersebut.

Baca Juga:  Polres Rote Ndao Gencar Gelar Patroli Penertiban PPKM Darurat

“Kejadian bermula waktu Pelaku menyuruh anaknya memanggil saya untuk mecabut uban di kepala, namun ternyata Pelaku mengajak korban DT untuk berhubungan intim layaknya suami Istri, kaget dengan ajakat itu saya spontan lari menaiki jendela rumah, namun pelaku menarik jatuh dan membanting saya,” kata dia.

Tidak sampai situ, pelaku menurut pengakuan korban melakukan aksi pencabulan kepada dirinya sebanyak tiga kali dalam bulan agustus 2020 lalu di rumah pelaku dan di rumah milik Welem Paulus yang adalah Kakak Ipar (kunyadu) dari Pelaku, hingga hamil dan melahirkan anak dari hasil perbuatan tersebut.

Korban selama itu menuruti kemauan pelaku karena terpaksa karena diancam akan mencekik korban dan membunuh korban dengan tangan nya sendiri.

Baca Juga:  Lapas Kelas III Ba'a Rote Ndao Bersih dari Narkoba

Atas kejadian tersebut, Orang tua korban mengakui jika pelaku sudah datang di Rumah orang tua korban di Desa Kuli Aisele, kecamatan Lobalain dan mengakui bahwa kehamilan Korban DT itu adalah perbuatannya, Dan juga Pelaku membawa sejumlah uang untuk membayar denda.

Pelaku berjanji akan bertanggungjawab atas kehamilan Korban hingga melahirkan namun dari orang tua Korban menolak ajakan Pelaku, dan berharap pihak kepolisian resort Rote Ndao menindak-lanjuti laporan dari tahun 2020 lalu, sehingga pelaku bisa diproses hukum. (DANCE HENUKH)

Komentar

Berita Lainnya