HomeNasionalHukum dan HAM

KPK Desak Polri Tangkap Segera Penganiaya Novel Baswedan

KPK Desak Polri Tangkap Segera Penganiaya Novel Baswedan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Pasalnya, sejak Novel dianiaya dengan penyiraman air keras ke wajahnya bulan lalu, sampai hari pelaku atau aktor intelektualnya belum juga tertangkap. Padahal, kasus ini sangat mendesak sebagaimana tugas dan kewajiban Novel sendiri dalam menangani kasus korupsi di tanah air.

“Harus kita perhatikan karena hari ini hampir sebulan, sudah hari ke-24 sejak Novel diserang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Sejak Novel diserang sampai kini dirawat secara intensif di Singapura, sampai hari ini, pihak KPK belum juga mendapat informasi terbaru terkait penanganan kasus penganiayaan ini dari Polda Metro Jaya selaku yang berwenang.

Baca Juga:  Kehadiran Pimpinan KPK di Resepsi Pernikahan Anak Ketua DPR Dinilai Melanggar Kode Etik

“Belum dapat informasi beberapa hari ini, terkait dengan perkembangan pihak yang menyerang dan aktor intelektual tersebut,” lanjut Febri.

Jika pihak kepolisian sulit untuk menangani kasus ini karena peliknya penelusuran, tambah Febri, KPK siap memberi bantuan apa saja, termasuk mengirimkan tim terbaik untuk dijadikan sebagai agen kerjasama kepolisian.

“Kalau kemudian tim di kepolisian membutuhkan dukungan atau support yang lebih luas dari KPK atau tim lain seperti tim pencari fakta atau sejenisnya, tentu itu bisa dibicarakan lebih lanjut,” tegasnya.

Baca Juga:  Tidak Takut Teror, Novel Baswedan Kembali Bertugas di KPK

Meski kini masih dalam perawatan, Novel tetap menyempatkan untuk memberi pesan kepada para anggota dewan di tanah air untuk senantiasa memiliki semangat antikorupsi serta memberi dukungan penuh kepada KPK dengan menghormati proses hukum, terutama soal pengusutan kasus dugaan korupsi e-KTP di tubuh anggota dewan sendiri.

“Novel menyampaikan harapannya agar orang-orang yang memiliki nurani dan semangat antikorupsi di DPR memberikan dukungan terhadap KKP dengan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan, baik itu kasus korupsi pengadaan e-KTP ataupun kasus lainnya,” terang Febri. (ms/cn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0