HomeKorupsi

KPK Diharapkan Usut Koorporasi Penerima Dana Korupsi e-KTP

KPK Diharapkan Usut Koorporasi Penerima Dana Korupsi e-KTP

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan bisa mengusut dan mengungkap tuntas pihak-pihak yang ikut menerima aliran dana hasil mega korupsi  e-KTP yang telah merugikan negara sebesar RP 2,3 triliun.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa KPK, terungkap sejumlah pihak ikut bermain dalam proyek e-KTP yang berujung korupsi tersebut. Diantaranya pihak korporasi, selain nama-nama dari lembaga eksekutif dan legislatif.

“Kentara, jelas terlihat ada pidana korporasi dan uang-uang yang mengalir di situ. Jadi saya berharap ada sanksi yang diberikan pada korporasi,” ungkap Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (11/3/17).

Sejumlah daftar nama perusahaan yang diduga turut menerima aliran dana, seperti PT LEN Industri, PT Sucofindo, Perum PNRI, dan PT Mega Lestari Unggul.

Menurut Tama, sesuai Peraturan Mahkamah Agung yang telah diterbitkan pada akhir 2016 tentang pidana korporasi, KPK bisa menjerat perusahaan-perusahaan tersebut dengan pidana korporasi.

Oleh karena itu, dirinya mendesak penyidik KPK mengusut pihak korporasi yang diduga terlibat dalam proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

Sebelumnya, sebanyak lima korporasi,  satu konsorsium, dan 14 perseorangan termasuk dua orang yang sudaah ditetapkan tersangka mengembalikan uang  senilai Rp250 terkait korupsi  e-KTP ke KPK. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: