HomeKorupsi

KPK Mensinyalir Adanya Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap PT PAL

KPK Mensinyalir Adanya Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap PT PAL

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap kemungkinan fakta baru terkait kasus dugaan suap terhadap oknum pejabat PT. Penataran Angkatan Laut (PAL). Bahwa, menurut KPK, tidak menutup kemungkinan kasus ini jug melibatkan pihak luar selain yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya.

“Kemungkinan itu pasti ada. Karena ini juga perusahaan. Bisa juga nanti pengembangannya. Tapi sampai saat ini masih empat orang ini yang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Adapun keempat tersangkat yang sebelumnya telah ditetapkan oleh KPK, di antaranya adalah Direktur Utama PT PAL M Firmansyah Arifin, Direktur Keuangan Saiful Anwar, Manager Treasury Arief Cahyana, dan pengusaha rekanan dari AS Incorporation Agus Nugroho.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Kadis PU dan 3 Pimpinan DPRD Mojokerto sebagai Tersangka

Ketiga pihak PT PAL tersebut dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara pengusaha rekanan disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b dengan Undang-Undang yang sama.

Guna pendalaman kasus lebih lanjut, KPK berencana akan bekerja sama dengan lembaga anti korupsi di Filipina. Tapi untuk ini, pihaknya masih akan melihat perkembangan kasus yang kemungkinan masih akan menguak fakta-fakta baru lainnya, terutama kepastian tentang apakah petinggi Ashanti Sales Incorporation (AS Inc) benar-benar mengetahui adanya tindak pidana berupa suap yang terjadi dalam proyek pengadaan kapal di tahun 2014 tersebut.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Kadis PU dan 3 Pimpinan DPRD Mojokerto sebagai Tersangka

“Kita lihat pengembangannya dulu. Jika kita lihat dari segi tawar-menawar kenapa 4,75%, ini idealnya mungkin diketahui. Tapi apakah ini akan diberikan ke orang-orang tertentu, belum bisa kita jawab sekarang, karena kita belum sampai ke sana,” terangnya. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: