oleh

KPU Larang Film Dilan 1990 Ditayangkan di TV

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan mengatakan Film Dilan 1990 tidak boleh ditayangkan di TV lantaran salah satu pemerannya Ridwan Kamil, walikota Bandung yang saat ini maju di Pilkada Jawa Barat sebagai calon gubernur.

Hal itu menurutnya terkait dengan aturan Calon kepala daerah dilarang menampilkan diri atau mencitrakan diri di lembaga penyiaran sampai waktu penyelenggaraan pemungutan suara di Pilkada serentak 2018 pada 27 Juni mendatang.

“Yang menjadi masalah bukan sinetronnya, tetapi disiarkan di lembaga penyiaran dan aktornya kandidat. TV itu lembaga penyiaran, tetapi bioskop tidak,” ujar Wahyu di kantor KPU RI, Jumat (27/4/2018).

Baca Juga:  ICMI Minta Calon Kepala Daerah Tak Tebar Kebencian
Cuplikan sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) yang dimainkan oleh aktor senior Deddy Mizwar

Menurut dia, KPU RI tidak mempermasalahkan penanyangan film itu di bioskop. Hanya saja, kata dia, film itu dilarang ditayangkan di televisi.

“Film berbeda, itu terkait dengan lembaga penyiaran. Contoh, ada Film Dilan. Di situ ada RK, kalau diputar di bioskop tidak masalah. Menjadi masalah kalau Film Dilan diputar di TV,” kata dia.

Selain Film Dilan 1990, Wahyu juga mencontohkan sinetron religi Para Pencari Tuhan (PPT) yang dimainkan oleh aktor senior Deddy Mizwar. Saat ini, pria yang terkenal lewat Film Naga Bonar itu juga mencalonkan diri sebagai gubernur di Pilkada Jawa Barat.

Baca Juga:  KPU: Pilkada Serentak Idealnya 2026, Masa Jabatan Kepala Daerah Diperpanjang

“Sinetron PPT ada Deddy Mizwar. Kalau diputarnya di bioskop menjadi tak masalah. Jadi masalahnya bukan filmnya, tetapi tempat,” tambahnya. (tn)

Komentar

Berita Lainnya