Kritik Sistem Perpolitikan, Fahri Anggap Indonesia Masih Feodal

SUARADEWAN.com – Indonesia memang sudah barabad-abad lamanya hidup dengan sistem monarki, ada banyak kerajaan pada zaman dulu di Nusantara ini. Hal itulah mungkin yang menyebabkan susah menghilangkan budaya feodal masyarakat kita. Bahkan pada masa sekarang, yang katanya sudah demokratis.

Umur demokrasi di Indonesia memang masih terbilang muda. Meskipun kita sudah memilih demokrasi sebagai sistem bernegara, namun kelihatannya para politisi di Indonesia masih setengah hati untuk menegakkan demokrasi secara benar. Contoh konkretnya, misalnya seperti ide perpanjangan jabatan yang dihembuskan oleh para petinggi partai.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyampaikan kritiknya terhadap sistem perpolitikan kita.
Dia memberikan gambaran singkat terkait ciri feodalisme, yaitu menganggap figur yang utama. Sedangkan dalam budaya demokrasi, harusnya gagasanlah yang paling penting.

“Dalam feodalisme, figur adalah segalanya. Dalam demokrasi, gagasan adalah segalanya,” tulis Fahri Hamzah di instagram @fahrihamzah, Kamis (8/12/22).

“Mungkin salahnya lembaga survey juga, terlalu cepat survey kandidat. Gagasannya gak nampak,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Fahri juga mengkritik para tokoh politik yang menurutnya, cara memilih pemimpin ala mereka seperti arisan saja, minim gagasan dan hanya mondar-mandir di luar gelanggang yang aturannya tidak jelas.

“Memang partai-partai pada galau, agendanya bikin kacau. Milih pemimpin kayak arisan, minim gagasan, mondar mandir di luar gelanggang, aturan gak kunjung ditegaskan, apalagi ditegakkan, akhirnya pada saling nyalahkan, rakyat hanya ketiban keributan,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90