HomeSosmed

Lagi-lagi Curhat, SBY Mengaku Korban Hoax dan Minta Hukum Tidak Tebang Pilih

Lagi-lagi Curhat, SBY Mengaku Korban Hoax dan Minta Hukum Tidak Tebang Pilih

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lagi-lagi curhat dan mengaku sebagai korban pemberitaan hoax. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara bebas kendaraan atau car free day di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu 7 Mei 2017.

SBY menceritakan pengalamannya menjadi korban fitnah berita-berita bohong atau hoax ditengah ketegangan politik Pilgub DKI kemarin. Bahkan, ia mengaku tak hanya dirinya yang menjadi korban, tetapi juga keluarga yang turut mendukung Agus Harimurti Yudhoyono saat mencalonkan diri sebagai Gubernur.

“Belum lama ini dalam Pilgub DKI luar biasa hoax yang ditimpakan ke saya dan keluarga. Tidak boleh dibiarkan, ada yang geruduk ruang saya. Mestinya hukum ditegakkan bagi kami yang ingin adil. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” kata SBY.

Baca Juga:  Real Count KPU DKI: Ahok-Djarot 42,05%, Anies-Sandi 57,95%

Indonesia, lanjut SBY, merupakan negara kebenaran, keadilan, etika dan hukum. Bukan negara kebohongan, fitnah dan hoax. Sehingga ini harus kita perangi bersama-sama.

Ia turut mendukung kebijakan Jokowi hal ihwal tersebut. Namun, ia berharap pemerintah benar-benar serius dalam menegakkan hukum seadil-adilnya dan tidak tebang pilih. Karena baginya keadilan untuk semua tanpa pandang bulu.

“Kami ingin negeri ini adil, tidak tebang pilih dan pilih kasih. Pemberantasan hoax juga tidak boleh tebang pilih,” imbuhnya.

Baca Juga:  PPP Djan Faridz Ingatkan Kubu Sebelah Berkampanye Dengan Elegan

Dalam kesempatan tersebut, SBY turut didampingi Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Agus Harimurti Yudhoyono. Melalui acara tersebut, SBY mengajak masyarakat  Nusa Tenggara Timur untuk mengumandangkan gerakan nasional dan internasional untuk melawan fitnah dan hoax.

“Melalui NTB, saya mengajak masyarakat mengumandangkan gerakan nasional dan internasional stop hoax dan fitnah. Mari kita dukung pers yang merdeka, adil dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, SBY tidak mengutarakan secara spesifik kabar hoax apa yang menimpa diri dan keluarganya selama Pilkada DKI 2017. (ms/cn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: