Lahir dari Keluarga Terdidik, Anies Cerita tentang Kedua Orang Tuanya


SUARADEWAN.com, Jakarta – Anies dikenal sebagai sosok yang intelektual. Kata-katanya selalu tertata rapi. Tak heran, karena memang Anies lahir dalam tradisi akademis. Kedua orang tuanya adalah seorang guru.

Dalam momen hari pahlawan Anies bercerita tentang ayah dan ibunya yang memiliki kegemaran yang sama, yaitu mengajar. Keduanya adalah seorang dosen.

“Pagi tadi bersama ibu memberi makan Ikan Koi. Kemudian kami ngobrol soal burung Jalak Suren, hadiah kenang-kenangan dari warga Kampung Susun Akuarium,” tulis Anies dalam instagramnya @aniesbaswadan, Kamis (10/11).

“Ibu adalah pengajar yang hingga kini masih terus mengajar. Tiap hari Jumat adalah jadwal beliau memberi kuliah. Ibu, Prof. Dr. Aliyah M.Pd dan Almarhum Ayah, Drs. Rasyid Baswedan, SU, keduanya mengajar selama lebih 50 tahun. Sehingga muridnya tersebar di mana-mana,” tulisnya lagi.

“Saya sering mendengar cerita betapa mereka berdua dianggap sebagai pahlawan bagi murid-muridnya. Ke kota mana pun saya pergi, hampir selalu berjumpa dengan seseorang yang mengatakan: Pak Anies, saya muridnya Alm. Pak Rasyid,” ucap Anies.

Baca Juga:  Anies Dilapor ke KPK, Hidayat: Itu Laporan Asal-asalan

Dia menambahkan, bahwa pernah seorang ibu mendekat dengan mata berkaca-kaca hanya untuk menyampaikan bahwa dirinya pernah diajar oleh Ibunya Anies.

“Pada sebuah acara di Makkasar, seorang ibu mendekat dan menjabat amat erat, matanya berkaca-kaca: Pak Anies saya muridnya Ibu Aliyah. Saya dibimbing tahun 80 an dulu.” Begitu cerita Anies.

 

“Setiap jumpa, mereka selalu cerita pengalaman saat diajar, ketika masih kuliah di Jogja dan bagaimana didikan itu mereka rasakan manfaatnya hingga kini,” sambungnya.

Bahkan, waktu Anies kemarin, katanya, bertemu lebih dari 5 orang yang mengaku murid dari ayah Anies.

“Kemarin saat ke Medan, bertemu lebih dari 5 orang yang cerita bahwa mereka murid Alm. Ayah. Bahkan salah satu kerabat dalam di Istana Maimun menyapa dan cerita: Dulu bimbingan skripsinya oleh Alm. Ayah,” tuturnya lagi.

“Tadi pagi, di JCC ada seorang anggota DPR dari Kalimantan Selatan menyeruak ke depan sekadar untuk mengatakan dengan rasa haru, “Saya muridnya Almarhum Pak Rasyid! Senyumnya saya ingat terus,” tutur orang itu, diceritakan Anies.

Baca Juga:  Belum Tindaklanjuti Rekomendasi KASN, Mendagri Tegur 67 Kepala Daerah

“Kebahagiaan Ibu dan Almarhum Ayah itu sama. Mereka bahagia saat ada muridnya datang menyapa, silaturahim. Ibu selalu senang mendengar cerita tentang murid-muridnya yang saya temui di berbagai kota di tanah air. Di situlah kebahagiaan terbesar bagi seorang guru,” kata Anies.

“Pahlawan adalah orang yang memberikan manfaat bagi pribadi-pribadi yang ada di sekitarnya. Tak selalu namanya terpampang. Tak selalu dikenal oleh orang banyak,” katanya lagi.

 

“Tapi mereka yang merasakan pasti mengetahui bahwa jasanya berbekas dalam setiap langkah, kemajuan dan kebaikan yang mereka alami. Saya beruntung pagi ini bisa mendampingi seorang pribadi yang menjadi pahlawan bagi murid-muridnya yang tersebar di seluruh tanah air,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

banner 728x90