HomeSosmed

Laskar Cikeas Beberkan Skenario Jahat Pemenangan Agus-Sylvi

Laskar Cikeas Beberkan Skenario Jahat Pemenangan Agus-Sylvi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017, kubu Paslon 1 Agus-Sylvi (Cikeas dkk) dinilai pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, setelah terungkap mendanai “Aksi Bela Islam” dengan motif politik serta upaya makar di Indonesia, kubu ini lagi-lagi dihadapkan pada masalah terbongkarnya isu konspirasi dengan kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam hal mengeluarkan fatwa penistaan terhadap Ahok.

Dalam isu demi isu tersebut, pemilik akun twitter @LaskarCikeas membeberkan beberapa argumen tentang bagaimana skenario (stategi) jahat yang dimainkan oleh Cikeas dengan SBY sebagai sutradara utamanya. Berikut rangkain kultwitnya yang di-post pada Kamis (3/4).

 1.      Gurita Cikeas pusing, setelah tak bisa tunggangi Rizieq FPI dan GNPF MUI lagi karena mereka disibukkan oleh kasus kriminal.

2.      Gurita Cikeas dihadapkan kenyataan elektabilitas Ahok yang terus meningkat, dan sebaliknya elektabilitas AHY yang menurun di berbagai survei.

3.      Survei terakhir yang dilakukan SMRC, Indikator dan Populi yang dulunya sering dijadikan acuan SBY, suara AHY kalah.

4.      Cikeas harus mencari kuda troya baru. Peluangnya tersedia saat Pengadilan Ahok menghadirkan MUI sebagai saksi sidang ke-8.

5.      Cikeas mengatur strategi dengan kaki tangannya di MUI: mulai dari Zainut Tauhid, Zaitun Rasmin, Bachtiar Nasir dan Tengku Zulkarnain.

6.      Cikeas dengan sengaja mendorong ulama sepuh KH. Ma’ruf Amin menjadi saksi ke pengadilan.

7.      Skenarionya Cikeas: KH. Ma’ruf Amin diumpan untuk jadi sasaran pertanyaan tajam pengacara Ahok.

8.      Kaki tangan Cikeas di MUI paham betul bahwa dalam persidangan-persidangan sebelumnya, saksi-saksi pelapor abal-abal dihabisi oleh pengacara Ahok.

9.      Bahkan saksi-saksi abal-abal yang dihadirkan malah dilaporkan balik oleh pengacara Ahok karena memberikan kesaksian palsu.

10.  Umpan lambung itu dimaksudkan agar NU terprovokasi dan masuk ke pusaran kubu AHY dan FPI.

11.  Skenario Cikeas akhirnya mencapai sasaran. Rais Aam PBNU mendapatkan pertanyaan yang tajam selama 7 jam di pengadilan.

12.  Pertanyaan yang paling tajam dari pengacara Ahok terkait komunikasi antara KH. Ma’ruf Amin dengan SBY.

13.  Saat di pengadilan itu KH. Ma’ruf Amin terlihat ragu menjawab pertanyaan pengacara terkait komunikasinya dengan SBY.

14.  Berkali-kali KH. Ma’ruf Amin menjawab tidak ada telepon dengan SBY.

15.  Cikeas terus memonitor kesaksian KH. Ma’ruf Amin di pengadilan. Momen yang ditunggu sudah tiba.

16.  Kaki tangan Cikeas sudah siapkan skenario massif untuk menggoreng peristiwa di pengadilan.

17.  Dengan sigap Timses AHY langsung mengedarkan rilis ke mana-mana setelah KH. Ma’ruf Amin selesai sidang.

18.  Frame yang disebar Timses AHY adalah Ahok dan tim pengacaranya telah melecehkan ulama dan NU.

19.  Tim AHY juga bangun framing bahwa ulama tidak diperlakukan secara manusiawi selama 7 jam serta harkat martabat ulama direndahkan.

20.  Provokasi ini sahut-menyahut antara Cikeas, Timses AHY dengan kelompok-kelompok Wahabi yang selama ini anti-NU.

21.  Kelompok Wahabi menjadi kompor yang seolah-olah berada dalam satu kubu untuk membela Rais Aam NU.

22.  Kubu pendukung AHY merasa punya momen untuk dongkrak suara, berharap ada limpahan suara.

23.  Sedangkan kubu Rizieq dan para Wahabi itu juga punya momen yang sama untuk bergerak lagi. NU yang terprovokasi akan memperbesar gerakan mereka.

24.  Setelah sempat redup, rencana aksi 112 dihidupkan kembali. Peristiwa di pengadilan dijadikan bahan bakar.

25.  Para oposan di NU juga mengambil momen. Muhtamar NU di Jombang menyisakan luka.

26.  Kubu Gus Sholah gunakan momen itu untuk bermanuver terhadap kubu Said Aqil Siroj.

27.  Gurita Cikeas menggencarkan aksi-aksi provokasi di medsos untuk membenturkan NU dengan Ahok.

28.  Lihat saja akun-akun anak buah SBY dan pendukung AHY, seperti @andiariefaa, @ranabaja, @ulil, @TerorisSocmed dan tim bayarannya bekerja 24 jam.

29.  Tepat sehari setelah proses goring-menggoreng dimulai, SBY menggelar jumpa pers untuk memberi efek melo-dramatik.

30.  Jumpa pers SBY justru mementahkan kesaksian KH. Ma’ruf Amin dengan mengakui adanya komunikasi via telepon antara SBY degan KH. Ma’ruf Amin.

31.  Dengan pengakuan SBY itu, maka KH. Ma’ruf Amin dikorbankan karena akan dianggap memberi keterangan palsu.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0