HomeHukum dan HAM

LBH Nilai Polisi Mulai Gerah di Kasus Novel

LBH Nilai Polisi Mulai Gerah di Kasus Novel

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pihak yang mendukung pengusutan kasus penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan, dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Kuasa Hukum Novel Alghiffari Aqsa menduga langkah tersebut karena polisi dituntut terus untuk segera menyelesaikan kasus.

“Ada kecurigaan jangan-jangan polisi hanya gerah karena kita kritisi terus proses penyidikannya,” kata Algif pada Medcom.id di kantor LBH, Jakarta Pusat.  Algif mengaku sempat pula dipanggil untuk memberikan keterangan belum lama ini. Namun ia menolak hadir lantaran menilai langkah polisi janggal. Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sebagai lembaga profesi yang menaungi Algif, juga berpendapat serupa.

“Saya tidak hadir ketika. Pemeriksaan karena banyak kejanggalan saat pemanggilan. Peradi juga merespon bahwa pemanggilan ini tidak patut. Memang menjadi janggal karena orang-orang yang hendak membuka kasus ini malah dipanggil,” ujarnya, Sabtu (24/2).

Menurut Algif, seharusnya polisi fokus berkoordinasi di dalam untuk mengusut kasus. Sebab, sejauh ini penyiram Novel tak kunjung terang. Orang-orang yang pernah diduga kuat sebagai pelaku, nyatanya dilepas lantaran tak ada bukti kuat.

Algif juga mengkritik pernyataan Ombudsman terkait kasus Novel. Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menyebut Novel tak pernah diperiksa polisi dan tidak kooperatif. “Padahal Novel diperiksa di Singapura. Novel juga menjawab semua pertanyaan penyidik di Singapura, kecuali pertanyaan nama jenderal yang terlibat,” kata Algif.

Selain itu, kata dia, ada kerancuan lain dari pernyataan Adrianus. Misalnya, soal BAP Novel yang disebut hanya dua hingga tiga lembar. Padahal, saat itu Algif bersama Haris Azhar menemani pemberkasan Novel selama lima jam. Ia bilang Novel menandatangani BAP sekitar delapan hingga sepuluh lembar. “Kok ini seakan-akan dibuat Novel tidak kooperatif, seakan-akan Novel tidak diperiksa. (af)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: