HomeDaerahSumatera

LSM Alam Semesta Riau akan Laporkan PT SDO ke BARESKRIM POLRI

LSM Alam Semesta Riau akan Laporkan PT SDO ke BARESKRIM POLRI

DUMAI, SUARADEWAN.com – Kota Dumai dalam pekan ini kembali dihebohkan oleh PT. SDO, setelah beberapa pekan lalu terjadi kebakaran yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, dan kini PT SDO (PT. Sari Dumai Oleo) berulah lagi dengan melakukan aktivitas penimbunan yang diduga illegal tanpa dasar aturan yang ada.

Direktur Eksekutif Alam Semesta Riau (ASRI), Verdi Elfaian, mendapatkan laporan dari masyarakat sungai Sembilan,  yang mana sekarang (hingga berita ini terbit) PT. SDO telah melakukan  aktivitas penambangan yang diduga mengangkangi aturan aturan yang ada.

“Kita mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa PT SDO melakukan aktivitas pertambangan yang diduga tidak dilengkapi dengan IUP (Izin Usaha Pertambangan),” ujar Verdi kepada suaradewan.com, Rabu (07/07) melalui pesan WA.

Tentunya, hal ini sangat merugikan masyarakat Dumai dan pemerintah kota Dumai, tambah Verdi yang merupakan aktivis lingkungan kota Dumai.  Dengan ada nya aktivitas pertambangan (Galian C) yang non prosedural dan tidak dilengkapi oleh dokumen resmi.

Pemkot Dumai akan kehilangan sumber PAD, yang tentunya dengan PAD tersebut dapat dipergunakan untuk pembangunan Kota Dumai, terlebih dengan adanya pandemic  Covid 19 sumber sumber pendapatan daerah jauh berkurang.

“Disisi yang lain jika tidak ada kajian AMDAL yang mendalam, bekas galian yang saat ini dilakukan proses penambangan akan menyisakan lahan-lahan yang rusak dan tidak bersahabat dengan ekosistem yang ada,” tambah Direktur Eksekutif LSM ASRI ini.

Selain itu, Verdi juga berharap agar ada kebijakan dari aparat hukum yang terkait aktivitas tambang ilegal ini. Karena pihaknya, mengaku akan terus menindaklanjuti kasus ini sampai ke pusat jika tak ada respon dari pihak terkait.

“Dalam hal ini LSM ASRI menunggu kebijakan aparat hukum terkait, jika ini tidak ada tindaklanjut Maka LSM ASRI akan bawa masalah ini ke Kabareskrim Polri, karna ini masalah sangat serius dan disini jelas ada kerugian negara yang sangat Besar,” ujar Verdi.

Aktivitas alat berat melakukan galian C tanah secara ilegal di kota dumai

Untuk itu kami meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap aktivitas pertambangan yang diduga illegal ini, LSM ASRI mendorong penegakan hukum yang professional dan akuntabilitas. Dan juga kami meminta Pemko Dumai untuk menghentikan aktivitas PT. SDO hingga masalah ini Clean dan Clear.

“Selain itu jika PT SDO terbukti melakukan aktivitas pernambangan illegal tanpa disertai IUP, AMDAL , IPR dan IUPK maka akan bisa dijerat UU pertambangan tahun nomor 4 2009 dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda 10.000.0000.000 (sepuluh millyar rupiah),” tutup Verdi. (aw)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0