Hankam  

Mabes Polri: Napi Terorisme Bersenjata Kuasai Semua Blok Rutan Mako Brimob

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Narapidana tindak pidana terorisme menguasai seluruh bagian rumah tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Di rutan tersebut, ada sekiranya 6 blok tahanan dari 3 gedung A, B, C. Seluruh narapidana sudah berhasil dibebaskan oleh napi yang awalnya membobol tembok rutan.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto. Ia menegaskan, ada 6 blok di dalam rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dengan jumlah lebih dari 165 narapidana. Seluruh napi kejahatan terorisme maupun makar sudah berkeliaran dengan bebas.

Baca Juga:  Waspada Penyebaran Terorisme! 91 Orang sudah Masuk DPO Terkait ISIS

“Dikuasai semua sekarang, semua dikuasai A,B,C, ya jadi polisi enggak bisa masuk ya, mereka bersenjata,” tegas Setyo di Direktorat Polisi Satwa, Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5/2018).

Penguasaan ini awalnya dari sekitar 34 narapidana yang berasal dari rutan gedung C. Setyo menegaskan, polisi tidak bisa masuk karena pengawasan terbilang ketat. Bila polisi sembarangan masuk, Setyo khawatir Polri jadi sasaran tembak.

“Sejak kemarin [malam] sudah dikuasai semua,” katanya.

Meski sudah dikuasai lebih dari 24 jam, Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Mohamas Iqbal menyatakan akan tetap mengedepankan negosiasi sebelum melakukan usaha terakhir dengan meniadakan negosiasi.

Baca Juga:  ISIS Mengaku Bertanggungjawab Atas Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua

“Upaya-upaya kepolisian masih terus dilakukan di Mako Brimob khususnya di lingkungan rutan tempat terjadinya insiden,” katanya.

“Tim negosiasi sedang bekerja terus. Ini adalah bukti bahwa Polri mengedepankan upaya-upaya persuasif dan menghargai nyawa manusia.”

Sejauh ini, Polri belum memutuskan batas waktu negosiasi. Polri juga masih mengirimkan makanan kepada para napi di dalam rutan untuk jatah malam hari ini. (tt)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90