Mabes Polri: Tidak Pernah Ada Penyitaan Kitab Suci Al-Qur’an Sebagai Barang Bukti

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Menanggapi munculnya petisi menolak Al-Qur’an sebagai barang bukti tindak pidana terorisme, Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan selama ini Polri tidak pernah melakukan penyitaan Al-Qur’an sebagai barang bukti.

“Bahwa adanya petisi tentang kitab suci Al-Qur’an sebagai barang bukti, maka saya nyatakan tidak pernah ada penyitaan kitab suci Al-Qur’an sebagai barang bukti,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto dalam pesan tertulisnya, Sabtu (19/5).

Baca Juga: Jangan Sebarkan Berita Bohong, Berikut Tuntunan Al-Qur’an

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal juga menambahkan, 90 persen penyidik Detasemen Khusus Antiteror juga memiliki satu aqidah terkait Al-Qur’an. Mereka beragama Islam, dan menurut Iqbal, semuanya memahami betapa sucinya Alquran.

“Kadensusnya pun sangat taat ibadah dan sudah haji,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan, para aparat kepolisan itu paham betapa sensitifnya soal aqidah, apalagi tentang kitab suci Al-Qur’an.

“Penyidik sangat paham bahwa tidak ada sama sekali hubungan terorisme dengan kitab suci Al-Qur’an. Bahkan aksi terorisme sangat bertentangan dengan isi dan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an,” kata Iqbal menegaskan.

Polri pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut dengan isi petisi. Seperti diketahui, muncul sebuah petisi yang berjudul ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’ di situs change.org.

Petisi itu meminta agar kitab suci Al-Qur’an tidak dijadikan sebagai barang bukti oleh polisi dalam tindak pidana terorisme. Petisi ini ditujukan kepada Kapolri, Komnas HAM, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Jaksa Agung. (rep)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90