Mahasiswa STKQ Al-Hikam Gelar Acara Penutupan KKN di Pulau Kelapa

SUARADEWAN.com, Jakarta – Mahasiswa Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam Depok gelar acara Penutupan KKN di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Falah Pulau Kelapa pada Hari Sabtu siang (12/11).  Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka perpisahan Mahasiswa STKQ Al-Hikam yang telah usai melaksanakan tugas KKN dari tanggal 01 Oktober lalu.

Selain dihadiri oleh pemerintah setempat dan dewan guru, wali murid juga turut memeriahkan acara.

Acara tersebut dibuka oleh Ibu Helmi selaku pembawa acara. Beliau juga salah satu pengajar di MDT Al-Falah Pulau Kelapa.

Setelah pembawa acara usai membacakan rangkaian acara, acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an yang dibawakan oleh Mohyiddin. Dia merupakan salah satu dari 13 Mahasiswa STKQ Al-Hikam yang telah melakukan KKN.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan: Sambutan pertama disampaikan oleh Hj. Muntawa selaku kepala madrasah.

Beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mendedikasikan ilmu dengan mengajar di MDT Al-Falah Pulau Kelapa.

Baca Juga:  Tak Sanggup Ungkap Kasus Novel, Mahasiswa Tuntut Kapolri Mundur

Kemudian sambutan kedua adalah dari perwakilan Lurah Kelapa: “Ke depan wisata  akan semakin maju, anak-anak kita harus dibekali dengan ilmu agama,” katanya.

Selanjutnya sambutan ketiga dari pak Wa Kapolsek: Bapak Rudi dan dilanjut dengan

sambutan terakhir dari Ketua KKN, yaitu M Lutfi. Setelah menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf dia menyampaikan dengan mengutip pepatah Arab bahwa perpisahan itu pasti.

“Pertemuan mewajibkan adanya perpisahan, namun perpisahan belum tentu melahirkan pertemuan yang kedua,” katanya. Namun demikian, Lutfi menyampaikan bahwa dirinya tetap berharap akan adanya pertemuan selanjutnya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari para siswa: Penampilan pertama adalah Qosidah. Setelah itu, karena Gus Yusron Lc. M.Ag telah datang, maka beliau langsung diminta untuk memberikan sambutan ataupun motivasi. Beliau Putra KH. Hasyim Muzadi dan sekaligus pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok.

Dalam sambutan itu beliau menyampaikan, bahwa madrasah adalah mercusuar keilmuan.

Baca Juga:  Di Kota Ini, Penjaga Toilet Umum Minimal Harus Lulusan Sarjana!

“Mengembangkan madrasah menjadi mercusuar keilmuan di pulau ini,” katanya.

Kemudian, menanggapi perkataan Ketua Koordinator KKN, Gus Yusron menyampaikan bahwa perpisahan tidak perlu disesali.

“Tidak ada pertemuan yang perlu disesali, selama pertemuan itu membawa maslahah (kebaikan),” pesannya.

“Kemanfaatan adalah kunci keberkahan dunia akhirat. Pengabdian masyarakat adalah bagian dari Tri Dharma perguruan. Semoga pengabdian mereka membawa manfaat,” pesannya lagi.

“Tidak ada namanya bekas murid dan tidak ada namanya bekas guru. Keberkahan guru ada pada murid, begitu pun sebaliknya: keberkahan murid ada pada guru,” tuturnya.

Kemudian melanjutkan penampilan, yaitu penampilan Mars Tilawati, Tahfiz, Asmaul Husna, Sholawat dan Tari Melayu. Selanjutnya pemberian hadiah untuk siswa-siswa terpilih dan ditutup dengan acara menyanyi bersama dengan membawakan lagu perpisahan yang membuat para mahasiswa dan siswa madrasah terharu, hingga meneteskan air mata.***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90