Mantan Anggota DPRD Ini Ditangkap Saat Belanja, Setelah 5 Tahun Buron

MADIUN, SUARADEWAN.com — Tim dari Kejaksaan Negeri Kota Madiun menangkap mantan anggota DPRD Kota Madiun, Sonny Sunarso (59), setelah lima tahun menjadi buron kasus korupsi tunjangan kesejahteraan dewan.

Mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 itu ditangkap saat berbelanja di minimarket.

“Terpidana Sonny kami tangkap saat sedang berbelanja di minimarket Indomaret di Jalan sekitar Perumnas Dua, Jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Senin (13/8/2018) malam,” kata Kapidsus Kejari Kota Madiun, I Ketut Suarbawa, Selasa (14/8/2017).

Sebelum ditangkap, sambung Ketut, penyidik Kejari Madiun sudah melayangkan surat panggilan. Namun Sonny tidak menyerahkan diri.

Mantan politisi PDI-P ini terbukti bersalah dalam kasus korupsi tunjangan kesejahteraan anggota DPRD Kota Madiun tahun 2002-2004.

Baca Juga:  Oknum Inisial TN Catut JPU di Rote Ndao Minta Uang ke Keluarga Terdakwa Agar Hukuman Ringan

Sonny dijatuhi hukuman satu tahun pidana penjara, denda Rp 50 juta, subsider dua bulan. Tak hanya itu, terpidana Sonny juga diminta mengembalikan uang sebanyak Rp 113.534.248. Bila tidak sanggup dapat diganti dengan hukuman penjara enam bulan.

mantan anggota DPRD Kota Madiun, Sonny Sunarso (59)

Ketut menambahkan, sebelum ditangkap, Sonny berpindah-pindah tempat tinggal bersama istrinya.

Hal itu mempersulit anggota Kejaksaan Negeri Kota Madiun menangkapnya. Apalagi jumlah anggota Kejari Kota Madiun terbatas.

Usai ditangkap, Sonny diserahkan ke Lapas Kelas I Madiun untuk menjalani hukumannya.

Sonny Sunarso merupakan anggota dewan terakhir yang ditangkap Kejari Kota Madiun. Kasus tipikor 14 pos anggaran DPRD Kota Madiun yang merugikan Negara sebesar Rp 8,3 miliar ini, melibatkan seluruh anggota dewan periode 1999-2004. Termasuk dua mantan Sekertaris Dewan (Sekwan).

Baca Juga:  Gunung Bulu' Bawakaraeng yang Terzalimi di Tanahnya Sendiri

Karena itu, dari seluruh anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 yang berjumlah 25 orang, yang diadili sebanyak 22 orang. Yaitu 11 orang anggota Panitia Anggaran (Panggar), 5 orang anggota Panitia Musyawarah (Panmus) 3 orang yang terdiri dari satu ketua dan dua wakil ketua serta 3 orang dari Fraksi TNI-Polri.

Sedangkan dua mantan Sekwan, yaitu Sulastri yang menjabat tahun 2002-2003 dan Budiono yang menjabat tahun 2003-2004 telah dijatuhi pidana masing-masing selama satu tahun penjara. (ko)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90