HomeKorupsi

Mantan Ketua DPR Jadi Saksi Tersangka Korupsi Ketua DPR

Mantan Ketua DPR Jadi Saksi Tersangka Korupsi Ketua DPR

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Ketua DPR RI sekaligus mantan calon ketua umum partai Golkar Ade Komarudin (Akom), diagendakan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK dalam pengusutan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR RI sekaligus ketua umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov).

Menurut keterangan juru bicara KPK, Febri Diansyah, pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Akom itu pada hari Kamis (3/8) ini di Gedung KPK, Jakarta.

“Dia (Akom) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto),” kata Febri.

Akom diketahui sudah berulang kali diperiksa dalam kasus korupsi yang sama namun dengan tersangka yang berbeda-beda, mulai dari Irman dan Sugiharto yang saat ini sudah menjadi terdakwa, Andi Narogong, dan kali ini Setya Novanto.

Baca Juga:  Wapres JK Tanggapi Protes Pimpinan DPR Soal Pencekalan Setnov

Dalam pemeriksaan sebagai saksi terkait tersangka yang sempat populer dengan panggilan ‘Papa Minta Saham’ ini, Akom diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Sekretaris Fraksi Golkar di DPR RI saat proyek senilai Rp 5,9 triliun itu dimulai.

Saat itu Akom berperan sebagai pendamping Setnov yang menduduki jabatan Ketua Fraksi Golkar. Dari proyek ini, Akom diduga menerima uang Rp 1 miliar dari mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman.

Baca Juga:  Bertindak Arogan dan Inkonstitusional, Oetojo Oesman Dikecam Sejumlah DEPIDAR dan Lembaga Konsentrasi SOKSI

Ditambahkan Febri, selain mengagendakan pemeriksaan Akom, KPK juga akan memeriksa pejabat di Kementerian Dalam Negeri, Drajat Wisnu Setyawan untuk dimintai keterangan.

Hingga kini KPK sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah itu. Dua orang sudah naik statusnya sebagai terdakwa, yakni Irman dan Sugiharto, sementara tiga lainnya yang masih tersangka adalah pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto, dan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari. (za/tr)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: