Mantan Pimpinan KPK: KPK Wajib Tetapkan Boediono Sebagai Tersangka

JAKARTA, SUARADEWAN.com  Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai pimpinan KPK wajib menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono cs sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Bank Century. Boediono cs pantas dimintai pertanggungjawaban.

“Iya dong. Bukan harus, bahasa hukum tuh wajib (menetapkan Boediono Cs sebagai tersangka),” tegas Bambang saat dikonfirmasi, Kamis, 26 April 2018.

Namun, Bambang enggan berkomentar jauh soal kasus yang merugikannegara hingga Rp8 triliun tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kelanjutan kasus tersebut kepada pimpinan KPK saat ini.

Ketua KPK Agus Rahardjo beberapa waktu lalu menyatakan telah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat. Bukti keterlibatan pihak-pihak itu didapat setelah penyidik dan penuntut KPK menyelesaikan kajian dan analisis putusan kasasi kasus Century yang menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya.

Agus bahkan tak membantah bakal membuka penyidikan, termasuk menetapkan tersangka baru dalam kasus Bank Century. Dia meminta semua pihak bersabar dan menunggu sampai kelima pimpinan benar-benar siap melakukan gelar perkara.

Baca Juga:  Satu dari Tiga Nama Ini Akan Gantikan Patrialis Akbar Sebagai Hakim MK
Mantan Wakil Presiden RI, Boediono

“Mohon bersabar sebentar bahwa kemungkinan dibuka penyidikan baru mungkin bahkan mungkin dari fakta yang ada langsung kemudian ditersangkakan sangat mungkin kita akan bicarakan minggu depan kalau pimpinan lengkap kumpul berlima,” kata Agus, beberapa waktu lalu.

Budi Mulya dihukum majelis hakim Mahkamah Agung selama 15 tahun penjara. Sementara dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq, dan Rafat Ali Rizvi, sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.

Baca Juga:  Skandal Bank Century, Mantan Wapres Boediono akan Menjadi Tersangka

Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. ‎Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Budi Mulya juga didakwa bersama-sama Boediono, Miranda, Siti, Budi Rochadi, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang V, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang VIII, dan Raden Pardede selaku Sekretaris KSSK.

Namun, pada perjalanan kasus, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. KPK belum juga menjerat pihak lain padahal nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan. (med)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90