oleh

Markas Judi di Sawah Besar Punya Puluhan Mata-mata

JAKARTA, SUARADEWAN.com- Markas Judi yang digerebek di Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Maret 2018 menggunakan mata-mata untuk mengawasi petugas. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, mata-mata ditempatkan di setiap gang yang mengarah ke lokasi perjudian.

“Jumlah mata-mata ada beberapa lebih dari 10 yang ada di setiap lorong dan kasih info kalau ada orang tidak dikenal jadi cukup sensitif, Nantinya mereka langsung melaporkan jika ada orang tak di kenal memasuki kawasan tersebut,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (14/3).

Argo mengungkapkan, mata-mata itu diberikan upah Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk berjaga.

Baca Juga:  Dunia Krisis Corona, Judi Online Makin Marak

https://www.suaradewan.com/penggerebekan-pesta-seks-kaum-gay-10-orang-ditetapkan-tersangka/

“Jadi kalau ada anggota sudah sampai ke dalam gang, mata-mata yang banyak di setiap gang ini langsung laporan ke dalam. Jadi ini buka tutup, jadi kalau udah enggak ada polisi buka lagi,” beber Argo.

Setelah mempelajari hal itu, dalam penggerebekan, polisi pertama-tama menangkap mata-mata. Polisi juga menyita ponsel yang digunakan sebagai alat komunikasi. Dalam kasus ini, polisi menangkap 85 tersangka, di antaranya adalah penyedia tempat dan juga pemain judi.

Baca Juga:  Memalukan, Tiga Anggota DPRD Mempawah Ditangkap Polisi Main Judi di Ruang Fraksi

Puluhan tersangka itu dijerat Pasal 303 KUHP subsider Pasal 303 KUHP dan Pasal 3 Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf t Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Mereka terancam penjara maksimal 20 tahun. (af)

Komentar

Berita Lainnya