Masih Marak Kejadian Intoleransi, PB HMI: Pendidikan Toleransi Harus Terus Digalakkan

Renaldy Muhamad, Fungsionaris PB HMI

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kejadian Intoleransi masih marak terjadi, terbaru di saat perayaan Hari raya Natal 25 Desember 2022 lalu sudah seharusnya menjadi atensi dari semua pihak sebab Aksi Intoleran memang menjadi ancaman tersendiri serta merugikan banyak pihak.

Menanggapi hal tersebut, Fungsionarias Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Renaldy Muhamad menilai masih maraknya kejadian intoleran disebabkan masih minimnya sosialisasi pendidikan toleransi serta adanya anggapan bahwa permasalahan intoleransi ini adalah urusan sepele.

“Pendidikan Toleransi harus menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat, isu besar seperti ini tidak boleh hanya menjadi domain daripada penegak hukum semata, karena fungsi dari pada penegak hukum, Pendidikan Toleransi harus terus digalakkan dan jangan sampai kendor, apalagi mengganggap sepele permasalahan intoleransi ini,” kata Onal sapaan Akrabnya, (2/2).

“Saat ini permasalahan sosial yang timbul semakin rumit seperti, radikalisasi, perseteruan, kekerasan, separatisme hingga hilangnya rasa kemanusiaan untuk menghargai hak orang lain. Sikap tidak toleran bisa berawal dari sikap dasar pemeluk agama yang merasa paling benar dibanding penganut agama lain. Orang tersebut bisa memandang rendah hingga menilai keyakinan orang lain keliru,” jelasnya.

Hal ini, kata Onal, bisa membuat manusia memiliki perilaku yang kaku, serta mengancam persatuan di tengah masyarakat.

“Pemahaman akan pentingnya toleransi harus dipupuk sejak dini mulai dari lingkaran terkecil kemudian meluas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tambahnya.

Onal menegaskan, sekolah dan lembaga pendidikan harus dapat menjadi tempat yang aman dalam menghadirkan serta mendukung nilai dan sikap toleransi. Pendidikan toleransi sejatinya dipraktikkan dalam proses pembelajaran dan menjadi budaya dalam pendidikan.

“Segala perbedaan dan keberagaman yang negara kita miliki tidak boleh menjadi sumber konflik dan perpecahan, baik dalam skala internal terkecil maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90