Hankam  

Membedah Buku Putih ABG: Ada Apa dengan HTI?

Bahaya HTI

Terkait dengan pengusungan ide khilafah oleh HTI di Indonesia, bagi ABG, ini akan sangat berbahaya. Sebab kalau ide itu dilaksanakan, yang terancam perpecahan bukan hanya bangsa Indonesia, melainkan juga di internal umat Islam sendiri.

“Kalau ide khilafah diterima, di internal umat Islam sendiri akan muncul banyak alternatif yang tidak jelas karena tidak ada sistemnya yang baku berdasar Al Quran dan Hadits/Sunah. Situasinya bisa saling klaim kebenaran dari ide khilafah yang berbeda-beda itu. Potensi kekacauan sangat besar di dalamnya.”

Dengan demikian, bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi menjadi suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Wakapolri Komjen Syafruddin: Tegaskan Keamanan Terhadap Pemuka Agama Dijamin

“Ini yang harus diperkokoh sebagai “miitsaaqon gholiidhoo” atau kesepakatan luhur seluruh bangsa Indonesia. Para Ulama’ dan intelektual Muslim Indonesia sudah lama menyimpulkan demikian.”

Lagipula, HTI adalah sebuah gerakan moral, gerakan pemikiran dan idealisme. Dalam gerakan dengan tipe ini, seringkali menimbulkan fanatisme. Dan bangsa Indonesia, mestinya sudah kenyang dengan pengalaman tentang gerakan fanatisme.

“Kita bisa menyaksikan dalam video yang tersebar luas, bahwa tokoh dan pimpinan HTI, selalu menyuarakan, mengajak, dan mengkampanyekan tentang penggantian Pancasila sebagai dasar negara dan menggantinya dengan dasar Negara Syariah. HTI juga secara nyata telah menyatakan akan mengganti NKRI menjadi negara Khilafah yang bersifat transnasional tanpa bangsa dan negara.”

Baca Juga:  Indonesia Resmi Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Maka tak salah jika dikatakan ABG bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran berat dan sudah dapat diklasifikasikan sebagai tindakan sparatis, karena HTI sudah mengajak orang lain untuk memisahkan diri dari persatuan dan kesatuan NKRI.

Dari uraian diatas, maka pemerintah harus berani menegakkan hukum secara adil dan prosedural untuk membubarkan HTI dan melarang faham Wahabi yang mengajarkan dasar negara khilafah di Indonesia. (ms)

Previous

Tinggalkan Balasan