HomeKolom

Menakar Urgensi Musda KNPI Sulawesi Tenggara Ke-XV

Menakar Urgensi Musda KNPI Sulawesi Tenggara Ke-XV

Oleh: Asbar Pranandi (DPW Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia Sultra)

Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia – Ir. Soekarno

Pemuda Bersatu

Pada hakikatnya keinginan para pemuda bersatu merupakan keinginan dan cita-cita seluruh anak muda yang ada disaentero nusantara. Cita-cita persatuan ini sudah sejak lama didengungkan bahkan semenjak jaman penjajahan atas bumi pertiwi, Indonesia. Berbondong bondong anak muda dari segala penjuru tanah air menyatakan diri untuk bersatu tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.

Atas dasar itu, pada 30 april 1926 kongres pemuda di adakan pertama kali di Jakarta lalu kongres kedua pada 27-28 Oktober 1928 dimana pada kongres kedua cikal bakal lahirnya ikrar untuk menyatukan pendapat dan perbedaan yang ada. Maka kongres kedua inilah yang sampai hari ini kita kenal sumpah pemuda.

Musda KNPI Sultra ke  XV/15

Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Tenggara sebentar lagi akan digelar, proses verifikasi kepesertaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Sayap Partai yang tergabung dalam naungan KNPI telah dilaksanakan, Pendaftaran hingga penetapan calon sedang dalam proses berjalan.

Walaupun ini disebut sebagai Musyawarah Daerah bersama (musda luar biasa) namun masih menyisakan pertanyaan dari banyak pemuda khususnya dari pimpinan OKP dan sayap partai di bidang pemuda terkait urgensi musda KNPI provinsi sulawesi tenggara tanpa landasan konstitusi yang jelas. Walaupun 3 DPP KNPI di Jakarta telah menyepakati untuk melaksanakan islah dalam kongres luar biasa di Makassar yang tinggal sebulan lagi.

Baca Juga:  KNPI: Pembubaran FPI Kado Terburuk Pemerintah di Tahun 2020

Bahkan tak hanya itu, penulis juga setelah mengkonfirmasi ke beberapa pimpinan OKP tidak mengetahui dengan jelas duduk persoalan diselenggarakannya musda ke 15 di kendari. sorotan itu tidak hanya satu OKP saja tapi banyak dari pimpinan yang mempunyai hak suara penuh di dalam Komite Nasioanal Indonesia.

Pertanyaan selanjutnya tentu bermunculan apa urgensinya musda knpi sulawesi tenggara diselenggarakan sedangkan tidak adanya petunjuk kontitusi dan teknis musda bersama kali ini. Semangat yang diusung pada musda KNPI Sultra kali ini Pemuda Sultra satu untuk indonesia maju merupakan tema yang menarik.

Pertanyaan kemudian apakah persatuan pemuda sultra disatukan di tengah bermunculannya polemik polemik kepemudaan disultra. Misalnya Haris Pratama membuat statement bahwa melarang gubernur sultra untuk menghadiri pembukaan musda kali ini. Bukan hanya itu, beberapa pimpinan okp tidak mengakui musda knpi karena dilaksanakan secara illegal karena tanpa dasar konstitusi.

Bahkan salah satu pemerhati pemuda sultra pada rilisnya di media panjikendari.com mengatakan bahwa musda knpi ke 15 kali ini terkesan buru-buru yang kemudian diindikasikan hanya untuk kepentingan kelompok dan dinyatakan tidak sah bahkan akan justru memecah belah pemuda sultra.

Baca Juga:  KNPI dan Sejumlah OKP HALUT Menilai Wakil Bupati dan Sekda Halut Munafik

Apakah musda KNPI Sultra ke 15 sebelum kongres dilaksanakan di makassar dapat menyatukan kepemudaan kita baik ditingkat OKP maupun dari DPD 2 Knpi di 3 versi kepemimpinan DPD 1 Knpi sultra? Apakah tidak akan melahirkan faksi faksi baru diluar dari 3 gerbong Bung Sahrul Beddu, Bung Umar Bonte dan Bung La Ode Suriono?

Komitmen Penyatuan Pemuda Sultra

Memimpin sebuah organisasi yang didalamnya begitu banyak kepentingan tentu tidaklah mudah. KNPI tidak hanya menaungi organisasi kemasyarakatan pemuda tapi juga ada sayap partai didalamnya, jika pemimpin tidak lahir dari tempaan yang kuat maka organisasi itu akan kehilangan kontrol yang baik.

Jika konsepnya dan komitmennya untuk menyatukan pemuda sultra maka alangkah bijaksananya musda knpi yang belum dilaksanakan di undur sampai kongres KNPI dari 3 DPP ini menghasilkan kepemimpinan yang baru. Atas dasar itu, saya kira semua pemuda akan saling bahu membahu bersatu untuk mencari kepemimpinan yang baru di sultra.

Harapannya, sembari menunggu kongres, konsolidasi lintas kepemudaan tetap berjalan dengan mempersiapkan kematangan musda nantinya. Tidak mengapa waktu lama untuk mempersiapkan yang terpenting penyatuan ini dapat mengakomodir semua kepentingan. (red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: