Kolom  

Mengungkap Rupa-rupa Cinta dalam Puisi Chairil, Juara Debat Mengenang Seratus Tahun Chairil Anwar

Akhirnya pemenang Kompetisi Debat Sastra SMA 2022: Membandingkan Chairil Anwar dan Penyair Amerika Serikat yang diadakan Komunitas Salihara

SUARADEWAN.com – Akhirnya pemenang Kompetisi Debat Sastra SMA 2022: Membandingkan Chairil Anwar dan Penyair Amerika Serikat yang diadakan Komunitas Salihara diumumkan. Kompetisi tersebut dimulai bulan Mei dan diakhiri pada Oktober 2022 dengan total hadiah 44 juta rupiah.

Juri tidak hanya menilai berdasar mutu argumen tertulis beserta penggalian masalah dan ketertiban-keindahan penulisan, tetapi juga bagaimana peserta dapat menyampaikan gagasannya secara lisan dan kuat.

Kompetisi ini dimenangkan oleh Kelompok Tiga Muda dari BINUS Scholl Serpong sebagai juara pertama. Makalah mereka berjudul “Cinta Diri, Cinta Kamu, Cinta Bangsa: Mengungkap Rupa-rupa Cinta dalam Kelindan Kalam si Binatang Jalang”. Sebagai penghargaan, mereka meraih Rp. 20.000.000,00.

Baca Juga:  Resmikan Pojok Baca, Polres Tangsel Gandeng Najwa Shihab

Juara Kedua diraih oleh Kelompok Senja di Pelabuhan Kecil dari SMAS Islam Nurul Iman. “Cinta, Patriotisme, dan Perang; Suara ‘Amerika’ dalam Sajak-sajak Chairil Anwar. Untuk hadiahnya, mereka mendapatkan Rp. 15.000.000,00.

Tiga pemakalah favorit juga ditunjuk dengan nominal penghargaan masing-masing Rp. 3.000.000,00. Mereka adalah tim SMA Mutiara Terpadu Pelabuhan Ratu, tim ALGONZ dari SMA Kolose Gonzaga, dan tim Trinova dari SMA Katolik Santo Paulus Jember. Judul yang diangkat msing-masing adalah “Jejak Penyair Amerika dalam Puisi-puisi Chairil Anwar”, “Pengaruh Puisi Sastrawan Barat Terhadap Puisi-puisi Chairil Anwar: Terinpirasi atau Mengambil Tanpa Permisi?”, dan “Berguru Jiwa Nasionalisme pada ‘Si Binatang Jalang’ Analisis:Pengaruh Sajak Penyair Amerika Serikat Terhadap Sajak Chairil Anwar”.

Baca Juga:  Gotong Royong di Makassar, Ewako!

Debat ini diadakan Komunitas Salihara dalam rangkaian kegiatan untuk menyambut seratus tahun Chairil Anwar. Tujuannya adalah menumbuhkan minat membaca sastra sejak dini. Membaca sastra sejak dini dapat membentuk generasi yang kreatif, kritis, dan berwawasan luas. Seperti diketahui, karya sastra dapat menumbuhkan kekayaan intelektualitas, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan menyusun kerangka pikir yang baik. (***)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90