Menko Airlangga: PPKM Akan Berlangsung Selama Pandemi Masih Bersama Kita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga Hartarto

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, PPKM akan berlaku dan terus berlangsung selama pandemi Covid-19 masih ada.

Pernyataan itu diutarakan menyusul perpanjangan PPKM di wilayah Jawa Bali hingga 30 Agustus 2021 dan di luar Jawa-Bali hingga 6 September 2021.

“PPKM ini akan terus berlaku dan berlangsung selama pandemi Covid-19 masih bersama kita. Dan dilakukan evaluasi oleh Pak Presiden setiap minggunya,” kata Airlangga dalam konferensi pers perpanjangan PPKM secara virtual di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Hanya saja, PPKM bisa meningkat atau turun tergantung dari kondisi Covid-19 tiap daerah. Airlangga menuturkan, pemerintah memantau data terkini sebelum mengkategorikan level PPKM di masing-masing wilayah.

“Pak Presiden (Jokowi) sudah memberikan arahan bahwa levelnya apakah 1-4 tergantung pada kondisi daerah masing-masing. Dan (perpanjangan) berlaku di Jawa setiap 1 minggu dan di luar Jawa dua minggu sekali,” beber dia.

Lebih lanjut Airlangga menyatakan, kasus aktif Covid-19 sudah banyak mengalami penurunan di berbagai wilayah. Dari segi kasus aktif, wilayah luar Jawa-Bali berkontribusi sebesar 52,3 persen dari kasus nasional.

Secara rinci, recovery rate wilayah Sumatera mencapai 84,4 persen, fatality rate mencapai 32,27 persen, share nasional terhadap kasus aktif mencapai 24,23 persen, dan penurunan kasus aktif dari tanggal 9-23 Agustus menurun -25,7 persen.

Adapun Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2 persen, dengan tingkat kesembuhan 89,51 persen, fatality rate 2,2 persen, share terhadap kasus aktif secara nasional 2,33 persen, dan tingkat kasus aktif menurun -47,27 persen sejak 2 minggu terakhir.

“Lalu, tingkat kesembuhan wilayah Kalimantan mencapai 89,51 persen, tingkat fatality rate 3,04 persen, share nasional kasus aktif sebesar 11,31 persen, dan penurunan kasus aktif adalah -31,31 persen,” ucap dia.

Kemudian, kontribusi wilayah Sulawesi terhadap nasional sebesar 5,35 persen, kasus kesembuhan 85,02 persen, tingkat fatality rate 2,41 persen, dan penurunan kasus aktif -31,3 persen.

Sedangkan Maluku Papua memiliki share -1,98 persen, recovery rate 9,16 persen, kasus aktif secara nasional 5,24 persen, fatality rate 1,55 persen, dan penurunan kasus -18,86 persen.

“Secara keseluruhan BOR di wilayah Indonesia luar Jawa Bali adalah 41,6 persen dan tentu masih bisa diturunkan, karena status konversinya adalah 26,7 persen dari target 40 persen konversi tempat tidur,” pungkas Airlangga. (kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90